Kata-kata Arbeloa dan Guardiola setelah Laga Real Madrid vs Man City
BeritaNasional.com - Skuad Manchester City dibuat tak berdaya saat bertamu ke Santiago Bernabeu setelah dipaksa menyerah 0-3 oleh tuan rumah, Real Madrid, pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Sosok Federico Valverde menjadi momok menakutkan bagi anak asuh Pep Guardiola dengan memborong seluruh gol kemenangan Madrid.
Berikut ini pernyataan dari Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa dan Pelatih Man City Pep Guardiola usai pertandingan Real Madrid vs Man City.
Arbeloa Enggan Jemawa
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa enggan jemawa usai timnya melibas Manchester City 3-0 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Meski menang telak di Santiago Bernabeu, Arbeloa memilih untuk tetap membumi dan memuji mentalitas kolektif anak asuhnya.
Dalam konferensi pers setelah laga, Arbeloa menunjukkan rasa hormatnya kepada Pelatih Man City Pep Guardiola.
Ia menegaskan tidak ingin dibanding-bandingkan dengan pencapaian besar juru taktik asal Spanyol tersebut.
"Saya sama sekali tidak ingin membandingkan diri saya dengan Guardiola, dengan sejarahnya di dunia sepak bola, apa yang telah ia menangkan, dan semua yang ia wakili. Dia adalah salah satu rival besar kami. Setiap kali kami berhasil melampauinya, itu semakin memperbesar kehebatan Real Madrid," ujar Arbeloa yang dikutip dari laman resmi klub pada Kamis.
Arbeloa mengaku sangat puas karena para pemain menjalankan instruksi dengan sempurna.
Bagi mantan pemain Liverpool ini, kesolidan tim adalah kunci utama untuk menaklukkan tim sekelas Man City. Ia menekankan bahwa nama besar pemain saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kerja sama tim yang solid.
"Ini adalah pertandingan di mana kami paling mengikuti rencana kami. Kami adalah tim yang solid, dan itulah yang kami butuhkan untuk memenangkan pertandingan apa pun. Sejak hari pertama, saya mengatakan bahwa ruang ganti ini penuh dengan pemain hebat, tetapi kami juga perlu menjadi tim hebat untuk mengalahkan Man City," tambahnya.
Meski membawa modal keunggulan tiga gol untuk leg kedua di Manchester, Arbeloa memberikan peringatan keras kepada skuadnya. Ia mengingatkan, di Real Madrid, euforia kemenangan tidak boleh menghentikan fokus mereka pada tujuan akhir, yaitu trofi juara.
"Kami telah memenangkan pertandingan, dan ini merupakan malam yang luar biasa, tetapi di klub ini, kami merayakan gelar, bukan kemenangan. Kemenangan saat ini belum membawa kami ke mana pun atau mengamankan kemajuan apa pun," tegasnya.
Arbeloa meminta anak asuhnya untuk tidak lengah saat bertandang ke Stadion Etihad pekan depan.
"Kami berada di tengah pertandingan, unggul tiga gol, tetapi kami menghadapi lawan yang jika kami sedikit saja lengah akan membuat kami membayar mahal. Jangan terlalu percaya diri, pulihkan keadaan dengan baik, dan persiapkan diri untuk pertempuran yang sulit di Manchester," tandasnya.
Bintang lapangan malam itu, Federico Valverde yang mencetak tiga gol mendapat pujian setinggi langit. Arbeloa bahkan memberikan julukan istimewa bagi pemain asal Uruguay tersebut.
"Dia (Federico Valverde) adalah Juanito abad ke-21. Dia adalah pemain yang secara sempurna mewakili Real Madrid. Dia adalah salah satu pemimpin dan akan terus menjadi pemimpin untuk waktu yang lama. Dia memiliki banyak kualitas untuk unggul di dalam atau di luar, seperti yang dia lakukan hari ini," puji Arbeloa.
Guardiola: Peluang Kami Tidak Banyak di Leg 2
Pelatih Man City Pep Guardiola menegaskan timnya belum lempar handuk meski baru saja menelan kekalahan telak 0-3 dari Real Madrid dalam leg 1 babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Menghadapi defisit tiga gol, Guardiola percaya bahwa dukungan penuh suporter di Stadion Etihad akan menjadi kunci untuk menciptakan keajaiban melawan sang raja Eropa tersebut.
Dalam konferensi pers usai laga di Santiago Bernabeu, Guardiola mengakui bahwa peluang timnya untuk melaju ke perempat final saat ini memang terlihat sulit.
Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa City tidak akan membiarkan langkah mereka terhenti begitu saja tanpa perlawanan maksimal di leg kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Maret mendatang.
"Saat ini, peluang kami memang tidak banyak. Tentu saja kami akan mencoba, meski saat ini situasinya terasa sulit. Namun, kami akan berada di sana bersama orang-orang kami dan kami akan berusaha lebih baik untuk lebih aktif di sepertiga akhir lapangan," ujar Guardiola.
Menganalisis jalannya pertandingan, Guardiola melihat sisi positif dari hasil akhir tersebut.
Ia menilai skor 3-0 setidaknya masih memberikan ruang bernapas dibandingkan jika mereka harus kebobolan lebih banyak.
"Skor 3-0 lebih baik daripada 4-0, kita tidak bisa menyangkal itu,’’ tuturnya.
Mantan pelatih Barcelona ini merasa, secara proses permainan, anak asuhnya sudah berusaha sebaik-baiknya untuk membongkar pertahanan lawan dan berkali-kali berhasil masuk ke area kotak penalti Real Madrid.
‘’Saya rasa kami sudah berusaha sebaik mungkin, tetapi kami tidak menciptakan peluang yang mengharuskan Courtois untuk turun tangan. Kami berkali-kali berhasil masuk ke dalam kotak penalti, dan jika Anda mampu melakukan itu, berarti Anda telah mengikuti proses yang baik," tambahnya.
Meski Real Madrid tampil sangat berbahaya sepanjang laga, Guardiola menyoroti bahwa timnya hanya kehilangan detail-detail kecil di penyelesaian akhir.
“Kami sudah berkali-kali mencapai titik itu, tetapi kami hanya melewatkan detail ini,” paparnya.
Ia bahkan berpendapat bahwa kiper lawan tidak perlu bekerja terlalu keras karena City kurang tajam di depan gawang. Menurut dia, dominasi mereka sering kali mencapai titik yang tepat, namun selalu terbentur pada detail akhir yang terlewatkan.
“Mereka selalu sangat berbahaya, tetapi saya tidak merasa Courtois telah bermain bagus.” tandasnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






