Prabowo Bahas Penyelamatan Gajah Sumatra dan Borneo, Siapkan Inpres Khusus

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 12 Maret 2026 | 17:47 WIB
Seekor gajah sumatera liar ditemukan mati tanpa kepala di Pelalawan, Riau. (BeritaNasional/Kemenhut)
Seekor gajah sumatera liar ditemukan mati tanpa kepala di Pelalawan, Riau. (BeritaNasional/Kemenhut)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait langkah pemerintah memperkuat konservasi satwa dan pengelolaan taman nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Usai pertemuan, Raja Juli mengatakan populasi gajah menghadapi ancaman serius akibat menyusutnya habitat alami sehingga membutuhkan intervensi pemerintah.

“Dan kalau tidak ada intervensi yang serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan,” kata Raja Juli.

“Dan oleh karena itu, populasi gajah sebagai salah satu satwa yang dilindungi dan merupakan spesies ikonik di Indonesia tidak menutup kemungkinan akan punah,” tambahnya.

Oleh karena itu, dibahas rencana penerbitan instruksi presiden (Inpres) untuk penyelamatan populasi gajah Sumatra dan gajah Borneo.

Dalam Inpres tersebut, Prabowo akan memberikan arahan kepada sejumlah kementerian untuk mendukung upaya penyelamatan populasi gajah, termasuk pembangunan koridor habitat agar satwa dapat bergerak antarwilayah.

“Contohnya di HGU yang sudah terbit, perkebunan sawit di Sumatra akan dibentuk apa yang disebut sebagai area preservasi. Area preservasi adalah wilayah yang memungkinkan adanya koridor gajah antarkantong, sehingga gajah dapat bergerak dari satu kantong ke kantong yang lain,” jelas Raja Juli.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan keputusan presiden (Keppres) untuk membentuk Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional guna mendorong model pendanaan yang lebih berkelanjutan.

“Kita akan mencari pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan, termasuk melibatkan sektor swasta agar taman nasional kita menjadi taman nasional berkelas dunia. Hutannya terjaga, hutannya lestari, dan pada saat yang sama satwa yang menjadi kebanggaan serta kekayaan negeri ini juga dapat dilindungi dengan baik,” ujar Raja Juli.

Sebagai langkah awal, pemerintah menyiapkan proyek percontohan pengelolaan taman nasional di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan pendanaan untuk mengatasi konflik antara manusia dan gajah di kawasan tersebut.

“Beliau memutuskan menyiapkan dana bantuan presiden untuk membuat pagar atau kanal yang akan menjadi pembatas antara Taman Nasional Way Kambas dengan perkampungan atau desa di sepanjang kawasan tersebut di Lampung,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: