Harga Bensin AS Naik, Trump: Saya Sama Sekali Tidak Khawatir!
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis kekhawatiran bahwa kenaikan harga bensin di negaranya dapat berdampak negatif terhadap Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu.
Trump, yang pada 2024 kerap mengkritik mantan Presiden Joe Biden terkait tingginya harga bahan bakar, mengatakan harga bensin di AS justru diperkirakan akan turun dan bahkan bisa mencapai titik terendah.
“Saya pikir harganya akan lebih rendah dari sebelumnya, dan saya memperkirakan harganya akan berada di titik terendah sepanjang masa,” ujar Trump seraya menyebut harga bensin akan turun setelah konflik dengan Iran berakhir, dikutip dari NBC News, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan data dari GasBuddy, harga rata-rata bensin di Amerika Serikat tercatat sebesar 2,94 dolar AS per galon pada 1 Maret, sehari setelah Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan ke Iran. Sementara pada Sabtu, harga rata-rata meningkat menjadi 3,66 dolar AS per galon.
Trump menilai kenaikan harga tersebut bersifat sementara dan dipengaruhi oleh situasi geopolitik. Ia juga menegaskan bahwa ketersediaan energi sebenarnya melimpah.
“Ada begitu banyak minyak, gas ada begitu banyak di luar sana, tetapi Anda tahu, itu sedikit tersumbat. Itu akan segera dibuka kembali,” katanya.
Saat ditanya apakah kenaikan harga bensin dapat memengaruhi hasil pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, Trump menegaskan dirinya tidak khawatir.
“Saya sama sekali tidak khawatir,” ujarnya.
Trump menambahkan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman di kawasan Timur Tengah.
“Satu-satunya hal yang ingin saya lakukan adalah memastikan bahwa Iran tidak akan pernah lagi menjadi pengganggu di Timur Tengah,” kata Trump.
Sumber: NBC News
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






