ASDP Kerahkan 34 Kapal, Antrean Gilimanuk Mulai Terurai Jelang Nyepi

Oleh: Panji Septo R
Selasa, 17 Maret 2026 | 12:10 WIB
Kepadatan kendaraan memasuki kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada H-5 Lebaran 2026. (BeritaNasional/ASDP)
Kepadatan kendaraan memasuki kapal ferry di Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada H-5 Lebaran 2026. (BeritaNasional/ASDP)

BeritaNasional.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak meski sempat terjadi antrean panjang menjelang penutupan lintasan saat Hari Raya Nyepi.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano menyebut, kepadatan dipicu lonjakan kendaraan yang hendak menyeberang lebih awal sebelum penutupan lintasan Gilimanuk–Ketapang dan Padangbai–Lembar.

“ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak,” ujar Yossi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).

“Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan," tambahnya.

ASDP mencatat, antrean kendaraan yang sempat mencapai sekitar 36 kilometer kini berangsur terurai menjadi sekitar 20 kilometer dengan kondisi padat mengalir. Kepadatan juga dipengaruhi situasi lalu lintas di jalur menuju pelabuhan, termasuk aktivitas di titik layanan umum.

Dari sisi operasional, lintasan Ketapang–Gilimanuk dilayani 34 kapal. Perseroan juga menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di dermaga MB2, MB4, LCM, dan Bulusan guna mempercepat perputaran kapal.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan, sebanyak 24 kapal difokuskan pada skema TBB.

“Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat,” ujar Arif.

Selain itu, rekayasa lalu lintas diterapkan dengan mengarahkan kendaraan kecil ke area Buffer Zone Kargo untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.

“Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan,” jelas Arif.

Pada H-5 Lebaran, 16 Maret 2026, tercatat 76.495 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa, naik 2,9 persen dibanding tahun lalu. Total kendaraan mencapai 23.025 unit, terdiri dari 14.398 sepeda motor, 6.350 kendaraan roda empat, 1.339 truk, dan 938 bus.

Secara kumulatif H-10 hingga H-5, jumlah penumpang mencapai 309.135 orang atau naik 0,7 persen. Total kendaraan tercatat 97.787 unit, meningkat 2,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Yossi menegaskan optimalisasi layanan terus dilakukan bersama pemangku kepentingan.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ASDP terus berupaya menjaga layanan penyeberangan tetap aman, lancar, dan kondusif sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tetap berjalan dengan baik,” katanya.

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: