Ragam Kebiasaan Unik Jelang Lebaran
BeritaNasional.com - Idul Fitri selalu menjadi momen hangat yang selalu dinantikan oleh umat muslim. Momen hari penuh maaf itu tidak pernah gagal menorehkan memori pada setiap insan muslim yang tentu saja akan selalu dirindukan. Jelang hari raya biasanya kita sibuk menyiapkan banyak hal, mulai dari merapikan dan membersihkan rumah, menyiapkan makanan favorit bahkan ada ritual bersama yang dilakukan secara bergotong royong oleh warga. Apa saya itu? Yuk simak ragam kebiasaan unik jelang Idul Fitri.
Pulang Kampung/Mudik
Mudik sudah menjadi tradisi wajib bagi banyak perantau. Momen ini dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga besar.
Takbir Keliling
Pada malam menjelang Idulfitri, masyarakat mengadakan takbir keliling. Biasanya, pawai ini dimeriahkan dengan bedug, obor, dan alat musik tradisional, menambah kemeriahan malam kemenangan.
Ziarah Kubur
Menjelang atau setelah shalat Idulfitri, banyak keluarga yang melakukan ziarah ke makam orang tua atau kerabat untuk berdoa dan mengenang mereka.
Halal Bihalal
Tradisi saling memaafkan ini menjadi simbol kebersamaan. Tidak hanya dalam keluarga, acara halal bi halal juga diadakan di kantor, sekolah, hingga kampus seperti di Untar.
Ronjok Sayak (Bakar Gunung Api) di Bengkulu
Di Bengkulu, ada tradisi membakar tumpukan batok kelapa yang disebut Ronjok Sayak pada malam takbiran. Tradisi ini melambangkan semangat dan kemenangan.
Nyembah Belari di Bintan
Di Bintan, anak-anak berlari dari rumah ke rumah sambil menadahkan tangan untuk mendapatkan pernak-pernik atau makanan kecil dari para warga.
Tari Topeng Muaro Jambi
Di Jambi, saat perayaan Idulfitri, para pemuda dan anak-anak menampilkan Tari Topeng Muaro Jambi dengan topeng unik yang terbuat dari labu tua.
Batobo di Riau
Tradisi ini merupakan tradisi dimana para pemudik yang pulang kampung di Riau disambut dengan arak-arakan menggunakan rebana sebelum berbuka puasa bersama.
Ngejot di Bali
Tradisi unik di Bali ini memperlihatkan semangat berbagi, di mana warga memberikan makanan siap saji kepada tetangga tanpa memandang perbedaan agama.
Binarundak di Sulawesi Utara
Masyarakat Motoboi Besar di wilayah Bolaang Mongondow Raya, merayakan Idulfitri dengan tradisi Binarundak yaitu tradisi membakar nasi jaha (nasi ketan dalam bambu) bersama-sama setelah Idulfitri, yang kemudian dimakan secara bersama-sama sebagai bentuk silaturahmi dan rasa syukur.
Sajian Khas Lebaran
Tentu kita semua sudah sangat familiar dengan sajian makanan khas lebaran, bukan? Ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering selalu hadir di meja makan saat Lebaran.
Barang serba baru
Baju baru, sepatu baru, hingga pernak-pernik baru menjadi kebiasaan yang melambangkan awal yang suci setelah sebulan berpuasa.
Tunjangan Hari Raya (THR)
Bukan hanya karyawan yang mendapat THR, anak-anak juga sering mendapat ‘salam tempel’ dari orang tua dan kerabat.
Bingkisan atau hantaran Lebaran
Saling mengirimkan parcel atau hampers kepada keluarga dan rekan kerja sudah menjadi tradisi yang mempererat hubungan sosial.
Mandi Sunnah
Sebelum berangkat shalat Idulfitri, umat Islam dianjurkan mandi sunnah sebagai bentuk penyucian diri.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







