Ragam Kebiasaan Unik Jelang Lebaran

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:32 WIB
Sejumlah warga menikmati suasana di sekitar aneka lampu hias pada Jakarta Light Festival 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Sejumlah warga menikmati suasana di sekitar aneka lampu hias pada Jakarta Light Festival 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Idul Fitri selalu menjadi momen hangat yang selalu dinantikan oleh umat muslim. Momen hari penuh maaf itu tidak pernah gagal menorehkan memori pada setiap insan muslim yang tentu saja akan selalu dirindukan. Jelang hari raya biasanya kita sibuk menyiapkan banyak hal, mulai dari merapikan dan membersihkan rumah, menyiapkan makanan favorit bahkan ada ritual bersama yang dilakukan secara bergotong royong oleh warga. Apa saya itu? Yuk simak ragam kebiasaan unik jelang Idul Fitri.

Pulang Kampung/Mudik

Mudik sudah menjadi tradisi wajib bagi banyak perantau. Momen ini dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga besar.

Takbir Keliling

Pada malam menjelang Idulfitri, masyarakat mengadakan takbir keliling. Biasanya, pawai ini dimeriahkan dengan bedug, obor, dan alat musik tradisional, menambah kemeriahan malam kemenangan.

Ziarah Kubur

Menjelang atau setelah shalat Idulfitri, banyak keluarga yang melakukan ziarah ke makam orang tua atau kerabat untuk berdoa dan mengenang mereka.

Halal Bihalal

Tradisi saling memaafkan ini menjadi simbol kebersamaan. Tidak hanya dalam keluarga, acara halal bi halal juga diadakan di kantor, sekolah, hingga kampus seperti di Untar.

Ronjok Sayak (Bakar Gunung Api) di Bengkulu

Di Bengkulu, ada tradisi membakar tumpukan batok kelapa yang disebut Ronjok Sayak pada malam takbiran. Tradisi ini melambangkan semangat dan kemenangan.

Nyembah Belari di Bintan

Di Bintan, anak-anak berlari dari rumah ke rumah sambil menadahkan tangan untuk mendapatkan pernak-pernik atau makanan kecil dari para warga.

Tari Topeng Muaro Jambi

Di Jambi, saat perayaan Idulfitri, para pemuda dan anak-anak menampilkan Tari Topeng Muaro Jambi dengan topeng unik yang terbuat dari labu tua.

Batobo di Riau

Tradisi ini merupakan tradisi dimana para pemudik yang pulang kampung di Riau disambut dengan arak-arakan menggunakan rebana sebelum berbuka puasa bersama.

Ngejot di Bali

Tradisi unik di Bali ini memperlihatkan semangat berbagi, di mana warga memberikan makanan siap saji kepada tetangga tanpa memandang perbedaan agama.

Binarundak di Sulawesi Utara

Masyarakat Motoboi Besar di wilayah Bolaang Mongondow Raya, merayakan Idulfitri dengan tradisi Binarundak yaitu tradisi membakar nasi jaha (nasi ketan dalam bambu) bersama-sama setelah Idulfitri, yang kemudian dimakan secara bersama-sama sebagai bentuk silaturahmi dan rasa syukur.

Sajian Khas Lebaran

Tentu kita semua sudah sangat familiar dengan sajian makanan khas lebaran, bukan? Ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering selalu hadir di meja makan saat Lebaran.

Barang serba baru

Baju baru, sepatu baru, hingga pernak-pernik baru menjadi kebiasaan yang melambangkan awal yang suci setelah sebulan berpuasa.

Tunjangan Hari Raya (THR)

Bukan hanya karyawan yang mendapat THR, anak-anak juga sering mendapat ‘salam tempel’ dari orang tua dan kerabat.

Bingkisan atau hantaran Lebaran

Saling mengirimkan parcel atau hampers kepada keluarga dan rekan kerja sudah menjadi tradisi yang mempererat hubungan sosial.

Mandi Sunnah

Sebelum berangkat shalat Idulfitri, umat Islam dianjurkan mandi sunnah sebagai bentuk penyucian diri.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: