Kemenag Luncurkan Peaceful Muharam 1448 H, Mulai Lebaran Yatim hingga Nikah Massal
BeritaNasional.com - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemang) resmi meluncurkan rangkaian program strategis dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah.
Mengusung tajuk Peaceful Muharam 1448 Hijriah, program ini menghadirkan berbagai aksi nyata mulai Lebaran yatim, nikah massal, hingga gerakan bersih-bersih masjid.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan seluruh agenda dalam Peaceful Muharam 1448 H ini dirancang untuk memperkuat kemaslahatan umat.
Pendekatan yang diambil pun sangat luas, mencakup aspek spiritual, sosial, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, hingga kelestarian lingkungan.
“Peaceful Muharam harus menjadi ruang untuk menebar maslahat dan menguatkan umat. Karena itu, seluruh program yang disiapkan diarahkan agar memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).
Melalui tema Menebar Maslahat Menguatkan Umat, Kemenag ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang membawa kedamaian dan pemberdayaan.
Karena itu, sasaran kegiatannya pun sangat inklusif, menyentuh generasi muda, keluarga, penyandang disabilitas, hingga komunitas masjid.
Deretan Program Unggulan Peaceful Muharam 1448 H
Kemenag telah menyiapkan daftar kegiatan yang padat dan bervariasi untuk menyemarakkan momentum pergantian tahun Islam ini, di antaranya:
- Religi & Edukasi: Bimas Islam Talks, Peringatan Tahun Baru Islam, Muharaman Bersama Gen Z, 100.000 Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama untuk Bangsa, serta Halal Goes to Campus.
- Sosial & Kemasyarakatan: Lebaran Yatim dan Disabilitas, Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo, serta CFD Peaceful Muharam.
- Ekonomi & Lingkungan: Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Gerakan Nasional Hijrah dari Israf dan Tabdzir, Halal Brands and Food Expo, CFD SIGAP Mas, Festival Muharam Internasional, Indonesia Berkiblat, MILFEST 1448 H, dan RECONNECT.
Abu Rokhmad menegaskan bahwa rangkaian program ini dibentuk untuk membangun masyarakat yang damai sekaligus memperkuat peran agama dalam menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.
“Agama harus hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” tambahnya.
Penyuluh Agama Jadi Ujung Tombak
Guna memastikan seluruh program ini berjalan sukses dan tepat sasaran hingga ke tingkat akar rumput, Kemenag akan mengoptimalkan peran para penyuluh agama yang tersebar di berbagai pelosok daerah.
Para penyuluh ini disiapkan untuk menjadi ujung tombak sebagai agen informasi, agen pembangunan, sekaligus agen perubahan sosial yang mampu menjembatani program keagamaan dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.
Sumber: Antara
BUDAYA | 11 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 11 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







