Hidayat Nur Wahid Apresiasi Sidang Isbat, Sebut Wujud Nyata Bhinneka Tunggal Ika

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 17 Mei 2026 | 19:50 WIB
Sidang Isbat Awal Zulhijah. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Sidang Isbat Awal Zulhijah. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi penyelenggaraan Sidang Isbat Awal Zulhijah. Pemerintah telah resmi menetapkan 1 Zulhijah pada 18 Mei 2026, sehingga Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah pada 27 Mei 2026.

Hidayat mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam yang hadir.

"Kami sangat bersyukur bahwa alhamdulillah Kementerian Agama bisa melanjutkan tradisi yang baik menyelenggarakan Sidang Isbat, yang kali ini alhamdulillah menghadirkan kesepakatan dari seluruh ormas yang hadir, dari beragam metode yang hadir, termasuk tadi dari rukyah yang dilakukan oleh warga Indonesia yang telah disumpah," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (18/5/2026).

Menurut Hidayat, Sidang Isbat ini menggambarkan wujud Bhinneka Tunggal Ika. Karena dari berlatar belakang berbeda-beda mencapai satu kesepakatan bersama.

"Kita Bhinneka latar belakang ormas, Bhinneka latar belakang metode tentang penentuan awal dan akhir bulan dalam konteks Hijriah, tapi kita satu juga. Satu umat, satu bangsa, satu negara," ujarnya.

Hidayat pun mengajak seluruh umat muslim agar memaksimalkan sepuluh hari sampai Idul Adha untuk memperbanyak amalan.

"Karenanya kami ikut mengajak kepada seluruh warga bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk memaksimalkan sepuluh hari pertama ini untuk memperbanyak amal saleh, untuk mendekatkan, untuk melakukan silaturahmi, melakukan kebaikan bagibangsa, bagi negara, bagi umat. Supaya dengan demikian maka nikmat kita satu sikap, satu pendapat untuk besok adalah tanggal 1 Zulhijah agar betul-betul kita rasakan sebagai karunia yang sangat agung," ujar Hidayat.

"Sehingga ke depannya kita akan selalu bisa mendapatkan kondisi-kondisi, kalaupun kita ada perbedaan, tapi sesungguhnya kita adalah satu juga," sambungnya. sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: