Jaga Harga Sembako untuk Nyepi dan Idul Fitri, Satgas Pangan Tindak Produsen Nakal

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 19 Maret 2026 | 10:37 WIB
Wamentan Sudaryono. (Foto/istimewa).
Wamentan Sudaryono. (Foto/istimewa).

BeritaNasional.com -  Pemerintah menugaskan Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis saat Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.

Upaya menjaga harga ini juga melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Bareskrim Polri.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, pengawasan dilakukan untuk mencegah praktik kenaikan harga yang tidak sesuai ketentuan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Bagaimana kita memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan, apalagi di situasi Ramadan dan Idulfitri ini,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Kamis (19/3/2026).

Pengawasan dilakukan menyeluruh dari hulu ke hilir, termasuk pada komoditas daging melalui pemantauan sentra produksi hingga pedagang.

“Kita bisa telusuri mana kala ada harga di atas HET (harga eceran tertinggi). Maka, trace-nya ketahuan siapa yang menaikkan harga yang tidak sesuai dengan aturan,” terangnya.

Selain daging, pengawasan juga mencakup telur dan daging ayam guna memastikan tidak ada praktik mark up harga oleh produsen atau distributor.

Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas, mulai dari administratif hingga pidana.

“Siapa yang melanggar akan ditindak tegas karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak” 

Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto yang terus memantau kondisi di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy mengatakan, pemerintah juga memperkuat intervensi melalui program Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Ini juga sangat penting untuk intervensi ketika ada harga-harga yang meloncat tinggi terutama di pasar-pasar tradisional, di situlah hadir indikatornya apa,” tandasnya. sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: