WFH Sehari Bisa Hemat BBM hingga 20 Persen, Ini Kata Menkeu Purbaya

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 02:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Beritanasional/Oke Atmadja)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dapat memberikan dampak efisiensi energi, terutama dalam penghematan bahan bakar minyak (BBM).

“Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya dilansir dari Antara, Senin (23/3/2026)

Ia menjelaskan, kebijakan WFH tidak diterapkan lebih dari satu hari guna menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas.

“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.

Menurut Purbaya, jika WFH diterapkan pada satu hari tertentu, misalnya Jumat, maka akan tercipta akhir pekan yang lebih panjang dari Jumat hingga Minggu. Kondisi ini dinilai dapat mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberikan dampak positif, meski kecil, terhadap sektor pariwisata.

Sebelumnya, dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3), Presiden Prabowo Subianto mendorong upaya penghematan konsumsi BBM serta mempertimbangkan kebijakan WFH sebagai langkah antisipasi terhadap dampak krisis global.

"Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata Prabowo.

Sejumlah negara juga telah mengambil langkah serupa dalam merespons ketidakpastian global melalui kebijakan penghematan energi.

Thailand, misalnya, meminta aparatur sipil negara bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi listrik dan bahan bakar, sekaligus membatasi penggunaan lift dan eskalator serta mengatur suhu pendingin ruangan pada kisaran 26–27 derajat Celsius.

Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik. Adapun Pakistan tengah menyiapkan langkah penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh serta pengaturan kerja dari rumah.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: