Arus Balik Lebaran 2026, Lintasan Penyeberangan Gilimanuk–Ketapang Ramai Lancar

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB
Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk. (BeritaNasional/istimewa)
Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk. (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com - Pergerakan arus balik Lebaran 2026 yang menghubungkan Pulau Bali dan Jawa melalui lintasan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan.

Meski kendaraan mulai merayap naik sejak akhir pekan, situasi di kedua pelabuhan dilaporkan tetap lancar, tertib, dan terkendali.

Pengaturan operasional yang adaptif serta koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama stabilnya ritme kendaraan di pelabuhan, tanpa adanya lonjakan antrean yang berarti.

Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Kamis (26/3/2026) hingga Sabtu (28/3/2026). Ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur waktu kepulangan.

"Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak, sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean,” ujar Yossianis melalui keterangan resminya pada Senin (23/3/2026).

Yossi juga mengingatkan calon penumpang untuk disiplin menggunakan aplikasi Ferizy dan menghindari calo. 

"Kini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pengguna jasa wajib membeli tiket melalui Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60. Hindari pembelian melalui calo atau agen tidak resmi untuk mencegah potensi kerugian,” tegasnya.

Berdasarkan data operasional pada Minggu (22/3/2026), Pelabuhan Gilimanuk (Bali ke Jawa) mencatatkan 156 trip kapal dengan total 23.929 penumpang, naik 9,5 persen dibanding tahun lalu. Kendaraan roda dua menjadi kontributor terbesar dengan 3.995 unit, disusul roda empat 2.948 unit.

Sementara itu, tren menarik terlihat di Pelabuhan Ketapang (Jawa ke Bali). Terjadi lonjakan signifikan pada kendaraan roda dua yang mencapai 3.713 unit, atau naik 37,3 persen dibandingkan tahun lalu. Sektor logistik juga tumbuh tajam sebesar 64,6 persen dengan total 288 unit truk.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko memastikan proses bongkar muat sejauh ini masih sangat efisien. 

"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan yang merata membuat proses bongkar muat kapal berlangsung cepat dan efisien tanpa hambatan berarti,” jelas Arief.

Pihak ASDP terus mengoptimalkan jumlah trip dan pola sandar kapal untuk menjaga kelancaran di tengah eskalasi volume kendaraan. 

Pengguna jasa juga diingatkan untuk mengisi data identitas secara akurat saat memesan tiket demi validitas manifest dan keselamatan selama pelayaran.

Dengan sistem digitalisasi Ferizy yang semakin matang dan kedisiplinan para pemudik, ASDP optimis lintasan Gilimanuk–Ketapang akan tetap mengalir lancar hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 usai.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: