Pakar Ekonomi: Masyarakat Tak Perlu Terlalu Khawatir soal Energi
BeritaNasional.com - Pakar Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar Profesor Hamid Paddu mengatakan, Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam membangun ketahanan energi sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan energi dalam negeri termasuk terkait dampak geopolitik di Timur Tengah.
Ia menanggapi laporan media internasional asal Inggris, The Economist berjudul "Which country is the biggest loser from the energy shock" yang menyebutkan Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam membangun ketahanan energi.
“Saya kira, on the right track. Karena 'The Economist' tentu lebih fair. Mereka tentu melaporkan berbasis data, evidence based yang ada. Informasi yang dia punyai dengan kebijakan yang mereka ketahui,” kata dia.
Menurut dia, dasar laporan yang menyatakan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global tersebut karena pemerintah sudah melakukan diversifikasi energi dengan baik, antara lain pembangkit listrik tenaga surya, dan menggalakkan penggunaan kendaraan listrik.
Kemudian, lanjutnya, termasuk yang dilakukan Pertamina seperti melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), semisal panas bumi (geothermal).
Terlebih, tambahnya, dalam laporan tersebut juga mengulas bahwa ketahanan energi Indonesia lebih kuat dibandingkan negara-negara lain, termasuk Vietnam.
"Dari sisi ketahanan energi, kita lebih stabil. Sedangkan untuk ketahanan ekonomi, kita harus melakukan industrialisasi," ujarnya.
Apalagi, lanjut Hamid, dalam masa transisi energi dan diversifikasi energi, Pemerintah melalui BUMN juga terus mencari cadangan minyak baru bahkan, saat ini Indonesia memiliki cadangan minyak terbukti (proven reserves) mencapai 4,4 miliar barel yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional hingga 10 tahun ke depan.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







