Selat Hormuz Hanya Bisa Dilalui Kapal yang Tidak Terkait Amerika Serikat dan Israel

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 25 Maret 2026 | 01:00 WIB
Selat Hormuz Iran. (Foto/Ist)
Selat Hormuz Iran. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com -  Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan Selat Hormuz tetap “tertutup” bagi kapal milik atau terkait Amerika Serikat, Israel, maupun pihak yang membantu aksi militer mereka terhadap Iran.

Pernyataan ini disampaikan saat berbicara melalui telepon dengan Menlu Malaysia, Dato' Sri Utama Haji Mohamad bin Hassan, seperti dikutip dari cbsnews, Rabu (25/3/2026).

Araghchi menambahkan bahwa kapal dari negara lain tetap bisa melintas dengan koordinasi otoritas Iran. Penutupan jalur strategis ini disebut sebagai respons terhadap “agresi militer AS dan Israel” sekaligus upaya Iran mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Langkah ini memicu kenaikan tajam harga minyak dan gas global, namun pernyataan Iran tidak menyebut adanya upaya diplomasi langsung dengan AS.

Sebelumnya, Presiden Trump menyebut pembicaraan tengah berlangsung, namun Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung, hanya menerima usulan melalui mediator untuk ditinjau.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: