KRI Prabu Siliwangi Resmi Perkuat Koarmada II Bersama KRI Brawijaya

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 26 Maret 2026 | 14:38 WIB
KRI Prabu Siliwangi-321. (Foto/doc. Ist)
KRI Prabu Siliwangi-321. (Foto/doc. Ist)

BeritaNasional.com - Setelah melalui perjalanan jauh selama 44 hari dari Italia, akhirnya Kapal Republik Indonesia (KRI) Prabu Siliwangi-321 bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026) pagi.

“Pada pagi hari ini kita baru saja menerima kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 yang berangkat dari La Spezia, Italia menuju tanah air dalam waktu 44 hari,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dalam upacara penyambutan di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026).

Ali menjelaskan, waktu perjalanan yang cukup lama ini harus ditempuh karena kapal tersebut melewati rute Samudera Atlantik dan Samudera Hindia hingga tiba di Lampung sebelum akhirnya berlabuh di Jakarta.

Kapal fregat yang memiliki kemampuan peperangan antiair atau anti-air warfare (AAW) ini akan bermarkas di Komando Armada (Koarmada) II, Surabaya, bersama KRI Brawijaya-321 yang memiliki tipe yang sama.

“Karena Koarmada II memiliki fasilitas dukungan pangkalan yang cukup lengkap. Jadi, karena kapal ini baru, harus ditempatkan di lokasi dengan fasilitas dermaga yang memadai,” jelasnya.

“Kemudian, beberapa kapal dari Armada II kemungkinan akan dipindahkan ke Armada I atau Armada III. Jadi, untuk menggantikan kapal-kapal yang lama,” tambah Ali.

Sebagai alutsista termutakhir yang dimiliki TNI AL, KRI Prabu Siliwangi bersama KRI Brawijaya—karena satu kelas, satu tipe, dan memiliki kemampuan yang sama dalam waktu dekat akan menjalani latihan bersama.

“Kita juga akan melaksanakan latihan menggunakan kapal-kapal ini untuk menguji seluruh sistem senjata yang dimiliki Angkatan Laut,” tuturnya.

Di sisi lain, Ali menyatakan kehadiran KRI Prabu Siliwangi sangat berperan dalam memperkuat armada Angkatan Laut. Alutsista ini bahkan disebut sebagai salah satu kapal perang terbesar di Asia Tenggara.

“Dan ini saya rasa di kawasan Asia Tenggara, dari segi ukuran memang terbesar. Namun, dari segi kemampuan hampir sama dengan yang dimiliki negara-negara tetangga seperti Australia, Singapura, Vietnam, dan beberapa negara lain,” tukas Ali.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: