Gejolak Harga Akibat Konflik Timur Tengah, Jepang Lepas Cadangan Minyak Terbesar dalam Sejarah
BeritaNasional.com - Pemerintah Jepang resmi mulai melepaskan cadangan minyak negaranya pada Kamis (26/3/2026).
Langkah darurat ini diambil untuk melindungi stabilitas ekonomi domestik dari dampak konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga dan kekhawatiran serius atas pasokan energi global.
Dilansir dari Xinhua News, pelepasan cadangan minyak kali ini setara dengan kebutuhan domestik selama 30 hari.
Langkah ini menyusul kebijakan sebelumnya pada Senin. Jepang telah mulai mengurangi cadangan minyak sektor swasta yang setara dengan kebutuhan 15 hari.
Pelepasan Masif dari 11 Basis Penyimpanan
Melansir Kyodo News, pemerintah berencana menjual total sekitar 8,5 juta kiloliter minyak yang tersebar di 11 basis penyimpanan di seluruh penjuru negeri.
Selain cadangan nasional, Jepang akan memanfaatkan cadangan minyak gabungan milik tiga negara Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, yang disimpan di Jepang.
Pasokan untuk lima hari dari sumber ini dijadwalkan cair pada Selasa depan untuk disalurkan ke pedagang grosir.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah bertemu dengan Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, pada Rabu kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, PM Takaichi meminta IEA bersiap melakukan pelepasan cadangan tambahan secara terkoordinasi jika krisis di Timur Tengah terus berlanjut.
Ketergantungan Jepang terhadap minyak mentah dari Timur Tengah sangat tinggi, yakni mencapai lebih dari 90 persen.
Kondisi ini membuat Jepang sangat rentan jika terjadi penutupan Selat Hormuz akibat konflik bersenjata yang pecah akhir Februari lalu.
Gangguan jalur laut tersebut telah memicu kenaikan tajam harga minyak mentah dan bensin eceran di Jepang.
Sebagai solusi, pemerintah memutuskan untuk melepaskan total 80 juta barel minyak—sebuah angka yang mencatatkan rekor pelepasan terbesar sepanjang sejarah Jepang.
Volume ini setara dengan konsumsi domestik selama 45 hari, atau 1,8 kali lebih besar dibandingkan jumlah yang dilepaskan saat bencana gempa bumi dan tsunami 2011 silam.
Ini merupakan kali ketujuh bagi Jepang menggunakan cadangan minyaknya sejak sistem ini diperkenalkan pada era 1970-an.
Hingga akhir 2025, Jepang tercatat memiliki total cadangan minyak yang mampu mencukupi 254 hari permintaan domestik.
Selain mengucurkan cadangan, pemerintah juga gencar memberikan subsidi bensin untuk meringankan beban konsumen.
Kebijakan ini terbukti efektif menurunkan harga eceran rata-rata bensin reguler menjadi 177,70 yen (sekitar 1,11 dolar AS) per liter, turun dari rekor tertinggi 190,80 yen pada minggu lalu.
Langkah masif ini menjadi bagian dari kesepakatan 32 negara anggota IEA untuk melepas total 400 juta barel cadangan minyak secara global guna menstabilkan pasar energi dunia.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







