Sony Honda Mobility Akhirnya Menyerah pada Mobil Listriknya, Imbas Tarif Trump dan EV China

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 26 Maret 2026 | 21:29 WIB
Produk EV car Sony Honda Mobility, Afeela 1. (BeritaNasional/Afeela)
Produk EV car Sony Honda Mobility, Afeela 1. (BeritaNasional/Afeela)

BeritaNasional.com - Setelah beberapa tahun terakhir melakukan pengembangan, Sony Honda Mobility (SHM), perusahaan patungan yang dibentuk dua perusahaan konglomerat asal Jepang, akhirnya menyerah pada merek mobil listrik mereka yang diberi nama Afeela. Keputusan ini diambil setelah Honda mengumumkan pada awal Maret 2026 soal perubahan besar-besaran dan membatalkan tiga kendaraan listrik yang direncanakan untuk pasar Amerika.

Melansir TechCrunch pada abu (25/3/2026) waktu setempat, keputusan tersebut diperkirakan dapat merugikan Honda hampir 16 miliar dolar AS. Salah satu alasan menyerahnya Honda pada kendaraan listrik adalah kemunculan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika (AS) Donald Trump.

Selain itu, meningkatnya persaingan mobil listrik dengan kendaraan dari China juga ikut menjadi faktor lainnya.

Pada Rabu (25/3/2026), Sony Honda Mobility mengatakan, pihaknya berencana untuk menggunakan "teknologi dan aset tertentu" dari Honda untuk membuat dan mendukung sedan dan SUV Afeela.

Namun, perubahan strategi produsen mobil Jepang tersebut membuat usaha patungan itu berada pada posisi di mana mereka tidak lagi dapat mengembangkan kendaraan tersebut.

Sebagai informasi, Sedan Afeela 1 seharusnya diluncurkan akhir tahun ini dengan harga awal yang sangat fantastis, sekitar 90.000 dolar (sekitar Rp1,5 miliar). Belum ada kejelasan akan masa depan usaha patungan itu, atau pada nasib ratusan karyawan yang bekerja di bawah jenama tersebut di Tokyo dan California.

Sony Honda Mobility (SHM) mengatakan, mereka akan terus membahas dan mengevaluasi masa depan usaha patungan dengan Sony dan Honda ini. Para pihak yang terlibat dijanjikan akan “bersama-sama mengumumkan arah masa depan SHM, posisi jangka menengah hingga panjang serta kontribusi terhadap masa depan mobilitas sesegera mungkin".

Dunia pertama kali mengetahui ketertarikan Sony untuk menghadirkan produk berupa mobil di ajang Consumer Electronics Show 2020. Saat itu raksasa elektronik tersebut memamerkan kendaraan konsep bernama Vision-S di akhir presentasi utamanya.

Mobil itu merupakan kejutan besar, dan bahkan Sony tampak terkejut dengan banyaknya perhatian yang diterima prototipe tersebut. Awalnya, Vision-S tampaknya dimaksudkan sebagai ajang pamer kehebatan Sony di bidang hiburan dan elektronik. Mobil ini menampilkan layar yang membentang di dasbor, audio 360 derajat, layar untuk penumpang belakang, dan serangkaian 33 sensor di sekeliling mobil.

“Prototipe ini mewujudkan kontribusi kami untuk masa depan mobilitas,” kata CEO Sony saat itu, Kenichiro Yoshida, selama acara tersebut.

Vision-S juga konon merupakan kendaraan yang berfungsi, dibangun di atas platform yang disediakan oleh pemasok otomotif utama, Magna. Tidak pernah sepenuhnya jelas apakah Sony awalnya berniat untuk mengembangkan kendaraan yang sebenarnya.

Tetapi pada 2022, mereka mengumumkan kerja sama dengan Honda dan berjanji untuk membangun sedan dan varian SUV. Pada 2023, kedua perusahaan tersebut meluncurkan merek Afeela .

Sayangnya, pasar kendaraan listrik (EV) AS telah berubah drastis sejak saat itu, dipicu oleh tarif dan penarikan kembali kebijakan pemerintahan Trump dari undang-undang yang mendorong adopsi EV. Banyak perusahaan rintisan khusus EV telah gulung tikar.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: