Eskalasi Memanas, Pentagon Siapkan Operasi Darat di Iran untuk Beberapa Pekan
BeritaNasional.com - Ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Timur Tengah memasuki babak baru. Pentagon dikabarkan tengah mempersiapkan rencana operasi darat selama beberapa minggu di wilayah Iran.
Rencana serangan ini menyusul tibanya ribuan tentara dan personel marinir Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut. Ha tersebut menandai potensi fase perang yang jauh lebih berbahaya di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Laporan The Washington Post pada Sabtu (28/3/2026) menyebutkan, meskipun persiapan terus dimatangkan, opsi ini sangat bergantung pada keputusan akhir Presiden Trump untuk melakukan eskalasi atau tetap menahan diri.
Berdasarkan keterangan para pejabat yang enggan disebutkan namanya, operasi darat ini dirancang bukan sebagai invasi total.
Fokus utama serangan kemungkinan besar adalah operasi gabungan antara Pasukan Khusus (Special Operations) dan pasukan infanteri konvensional.
Beberapa target strategis yang masuk dalam diskusi internal pemerintahan AS meliputi Pulau Kharg sebagai pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia.
Lalu, pesisir Selat Hormuz, Operasi penggerebekan untuk menghancurkan pangkalan senjata yang mengancam jalur pelayaran komersial dan kapal militer.
Misi ini bukan tanpa risiko. Pentagon menyadari bahwa personel AS akan terekspos langsung pada ancaman drone, rudal balistik, ranjau darat, hingga bahan peledak rakitan.
Data terbaru menunjukkan betapa tingginya harga yang harus dibayar dalam konflik ini. Dalam sebulan terakhir saja, tercatat:
13 tentara AS gugur dalam pertempuran (termasuk kecelakaan pesawat di Irak dan serangan drone di Kuwait serta Arab Saudi).
Lebih dari 300 anggota militer terluka akibat serangan balasan Iran yang menyasar fasilitas AS di setidaknya tujuh negara Timur Tengah.
Di tengah persiapan militer yang intens, Gedung Putih menghadapi tantangan besar dari dalam negeri.
Kebijakan pemerintahan Trump terlihat masih bimbang antara menyatakan perang akan berakhir atau justru memperluas jangkauan konflik.
Sentimen publik pun tidak berpihak pada opsi militer darat. Hasil jajak pendapat terbaru dari Associated Press dan NORC Universitas Chicago menunjukkan penolakan yang masif:
Sebanyak 62 persen warga Amerika Serikat menyatakan sangat menentang pengiriman pasukan darat ke Iran, sementara hanya 12 persen yang memberikan dukungan.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







