BGN Garansi Program Makan Bergizi Gratis Tak Terganggu oleh Kebijakan WFH

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026 | 02:00 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto/BPMI)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan kepastian rencana penyesuaian pola kerja aparatur sipil negara (ASN), yakni empat hari di kantor dan satu hari bekerja dari rumah (WFH), tidak akan menghambat jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Dadan Hidayana menegaskan seluruh layanan di tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan tetap berjalan optimal. Menurut dia, kualitas distribusi justru akan terus ditingkatkan demi mencapai target perbaikan gizi masyarakat secara nasional.

Dadan menekankan bahwa apa pun kebijakan pola kerja yang diterapkan pemerintah pusat, hak para penerima manfaat tidak boleh terkurangi. 

Hal ini mencakup distribusi makanan untuk peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

"Apa pun bentuk penyesuaian pola kerja, layanan MBG harus tetap berjalan. Distribusi kepada penerima manfaat, termasuk peserta didik dan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita harus tetap sesuai jadwal," kata Dadan di Jakarta, Senin (30/3/2026).

BGN juga menjelaskan teknis penyaluran MBG yang akan tetap sinkron dengan kalender pendidikan. Jika sebuah sekolah menerapkan lima hari masuk dalam seminggu, maka pasokan makanan bergizi akan diberikan penuh selama lima hari tersebut.

Lebih lanjut, Dadan meminta jajarannya untuk memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan. 

Meskipun ada penyesuaian sistem kerja birokrasi, pemenuhan gizi untuk masa depan bangsa tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.

"Jadi, nanti kita sesuaikan dengan kebijakan yang ada dan kita menyesuaikan pola kerja kita dengan kebijakan umum. Selain itu, saya pastikan bahwa Program MBG akan tetap jalan, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita. Itu mohon diintensifkan," ujarnya.

Selain soal pola kerja, BGN juga menyatakan dukungannya terhadap langkah efisiensi pemerintah, termasuk dalam pengaturan penggunaan fasilitas dinas. 

Namun, Dadan menjamin langkah penghematan tersebut tidak akan memangkas kualitas maupun jangkauan layanan publik.

Dengan sistem pengelolaan yang adaptif dan terukur, BGN optimistis Program MBG akan tetap efektif di tengah transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: