Kemnaker Tingkatkan Kualitas dan Aksesbilitas Layanan Publik

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 31 Maret 2026 | 10:06 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam pertemuan dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto/Kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam pertemuan dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Foto/Kemnaker)

BeritaNasional.com -  Peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan publik Kementerian Ketenagakerjaan penting agar semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan layanan  Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja menjadi fokus utama agar pekerja dapat memperoleh layanan secara optimal. 

Layanan tersebut harus dapat diakses secara cepat, mudah, dan responsif karena langsung menyangkut kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan menjadi perhatian serius seluruh jajaran Kemnaker.

“Saya menginginkan layanan tidak boleh bermasalah. Kondisi memang tidak mudah, dan saya tidak menginginkan masih ada layanan dan aplikasi yang bermasalah, yang down, serta kontak informasi yang tidak bisa dijangkau,” terangnya. 

Ia menilai, layanan publik yang bermasalah bukan sekadar persoalan teknis, tetapi dapat berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap perlindungan dan program ketenagakerjaan.

Dalam situasi ekonomi yang masih penuh tekanan, ia mengatakan negara dituntut hadir melalui layanan yang andal dan mudah dijangkau.

Oleh karena itu, Yassierli meminta seluruh unit kerja di lingkungan Kemnaker memperkuat koordinasi dan memperbaiki cara kerja internal agar pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia menegaskan, satu layanan publik kerap bergantung pada dukungan banyak unit, sehingga pembenahan harus dilakukan secara bersama.

“Kita perkuat kementerian ini sebagai nice place to grow. Pascalebaran, kita perkuat kerja sama. Satu layanan didukung oleh banyak unit kerja, sehingga saya berharap hal-hal ini menjadi modal kita,” ujarnya dilansir Antara, Selasa (31/3/2026).

Selain memperkuat koordinasi Yassierli juga mendorong pola kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan hemat energi.

Menurut dia, pembenahan internal perlu dilakukan seiring dengan tantangan global yang terus berubah, mulai dari tekanan ekonomi hingga krisis energi di sejumlah negara.

Baginya situasi tersebut harus menjadi pengingat bahwa kualitas layanan publik tidak boleh turun. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: