Tarif Listrik dan Gas di Singapura Bakal Naik Imbas Konflik Timur Tengah
BeritaNasional.com - Tarif listrik dan gas di Singapura bakal naik pada kuartal kedua tahun 2026 karena konflik Timur Tengah.
Otoritas Pasar Energi (EMA) Singapura memaparkan konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran tersebut memicu kenaikan biaya bahan bakar global
Singapura menetapkan tarif listrik dan gas kota yang diatur setiap kuartal berdasarkan biaya rata-rata bahan bakar selama 2,5 bulan pertama kuartal sebelumnya.
Artinya, tarif untuk bulan April hingga Juni sebagian besar mencerminkan harga bahan bakar dari Januari hingga pertengahan Maret.
Gas kota merujuk pada bahan bakar yang disalurkan melalui pipa yang digunakan rumah tangga dan bisnis untuk memasak dan pemanasan.
Menurut EMA, harga gas alam mulai naik setelah 28 Februari karena konflik tersebut memperketat rantai pasokan global.
Namun, EMA mengatakan harga bahan bakar diperkirakan akan tetap tinggi karena produksi minyak dan gas terganggu di Timur Tengah.
Karena itu, ada peringatan kenaikan lebih lanjut dan berpotensi lebih tajam dalam tarif di kuartal mendatang.
"Oleh karena itu, konsumen rumah tangga dan bisnis harus siap menghadapi biaya energi yang lebih tinggi dan lebih fluktuatif," kata EMA.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






