Trump Semprot Inggris dan Prancis: Carilah Minyak Kalian Sendiri

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 01 April 2026 | 03:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto/Whitehouse)

BeritaNasional.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu negara-negara Eropa memanas. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengecam Inggris dan Prancis melalui platform Truth Social pada Selasa (31/3/2026) pagi.

Dia menuduh kedua negara tersebut tidak membantu dalam konflik bersenjata antara AS-Israel vs Iran.

Trump meluapkan kekesalannya setelah Prancis dilaporkan menutup wilayah udaranya bagi pengiriman bantuan militer menuju Israel.

"Prancis tidak mengizinkan pesawat bermuatan perlengkapan militer tujuan Israel melintasi wilayah mereka. Sangat tidak membantu!" tulis Trump pada Selasa.

Tak hanya Prancis, Inggris tak luput dari serangan Trump. Ia menyindir London yang enggan terlibat langsung dalam operasi militer untuk melumpuhkan kekuatan Iran.

Terkait krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz sebagai jalur vital minyak dunia, Trump memberikan pesan menohok bagi negara-negara yang terdampak:

Trump menyarankan sekutu untuk membeli minyak dari Amerika atau menghadapi risiko sendiri di Selat Hormuz.

‘’Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang untuk diri sendiri, AS tidak akan ada lagi untuk membantu kalian, sama seperti kalian tidak ada untuk kami. Carilah minyak kalian sendiri,’’ tandasnya.

Trump berargumen bahwa sekutu harus memikul tanggung jawab lebih besar atas keamanan energi mereka, mengingat Washington merasa telah menanggung beban terberat dalam konflik yang menurutnya telah membuat Iran "hancur lebur."

Di sisi lain, pemerintah negara-negara Eropa tampak sangat berhati-hati. Sejak serangan besar-besaran AS-Israel dimulai pada akhir Februari lalu, Uni Eropa memilih untuk tidak terlibat secara militer langsung.

Kepala Diplomat Uni Eropa, Kaja Kallas, sebelumnya sempat menegaskan posisi Benua Biru.

"Ini bukan perang Eropa, meskipun kepentingan Eropa memang sedang dipertaruhkan secara langsung," paparnya.

Konflik yang kini memasuki minggu kelima tanpa tanda-tanda mereda ini mulai memukul ekonomi global. Data terbaru dari Eurostat menunjukkan dampak nyata bagi warga Eropa.

Inflasi zona euro diprediksi melompat ke angka 2,5 persen pada Maret, naik signifikan dari 1,9 persen di bulan Februari.

Harga energi melonjak drastis hingga 4,9 persen, berbanding terbalik dengan kondisi bulan sebelumnya yang sempat mengalami deflasi sebesar -3,1 persen.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: