Gejolak Selat Hormuz Kian Terasa, Dampak Energi Global Menjalar hingga AS

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 02 April 2026 | 11:16 WIB
Serangan baru guncang jalur pelayaran Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)
Serangan baru guncang jalur pelayaran Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)

BeritaNasional.com - Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali menjadi tekanan. Meski Amerika Serikat tidak sepenuhnya bergantung pada jalur tersebut untuk pasokan minyak dan gas, dampaknya tetap dirasakan langsung oleh masyarakat.

Mantan Duta Besar AS untuk Oman, Richard Schmierer, menyebut publik Amerika kini mulai menyadari bahwa stabilitas Selat Hormuz berpengaruh besar terhadap harga energi global.

Menurutnya, lonjakan harga energi yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa kondisi jalur pelayaran tersebut tidak bisa dianggap sepele.

“Meski ada anggapan bahwa AS tidak terlalu bergantung pada Selat Hormuz, kenyataannya masyarakat tetap merasakan dampaknya melalui kenaikan harga energi,” ujarnya, dikutip dari aljazeera, Kamis (2/4/2026).

Schmierer menilai peluang meredanya ketegangan masih terbuka. Jika tercapai kesepakatan gencatan senjata, aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz berpotensi kembali normal.

Namun, situasi belum sepenuhnya pasti. Ia menyoroti faktor Israel sebagai variabel yang bisa memengaruhi arah konflik, terutama jika kepentingan strategis negara tersebut belum terpenuhi.

Pidato Trump Dikritik, Dinilai Tak Punya Arah Jelas

Di sisi lain, mantan pejabat militer Angkatan Laut AS, Harlan Ullman, mengkritik pidato nasional Donald Trump terkait konflik Iran.

Ia menilai pidato tersebut tidak memberikan strategi yang jelas dan justru menimbulkan kebingungan.

Menurut Ullman, fokus kebijakan yang menargetkan infrastruktur minyak Iran berisiko memicu efek sebaliknya, yakni kenaikan harga bahan bakar secara global.

Situasi ini bahkan bisa dianggap sebagai keuntungan bagi Iran dalam konteks geopolitik.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: