Bukan Sekadar Teatrikal, Jalan Salib Kreatif Katedral Jakarta Jadi Perjalanan Iman Para Pemeran
BeritaNasional.com - Seluruh mata jemaat kristiani dengan hikmat menjalani ibadah Jumat Agung, tak sedikit mereka yang terharu akan kisah perjalanan sengsara hingga wafat Yesus Kristus dalam teatrikal 'Jalan Salib Kreatif'.
Rangkaian teatrikal ini, tidak hanya bermakna bagi para jemaat. Tetapi juga berhasil memberikan perjalanan spiritual bagi para pemeran diisi pemuda-pemudi dari kelompok Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Katedral Jakarta.
Salah satunya Mikael yang memerankan Simon Petrus sebagai salah satu dari 12 murid utama Yesus. Karena memerankan Petrus telah memberikan gejolak batin yang luar biasa bagi dirinya.
"Pertama mungkin ada sedikit penolakan karena saya rasa perannya cukup kompleks dengan berbagai scene yang kutipannya langsung dari Kitab Suci. Ada interpretasi bahasa dari sutradara agar umat memahami isi Kitab Suci itu sendiri,” kata Mikael kepada wartawan usai acara Jalan Salib di Gereja Katedral Jakarta, Jakpus, Jumat (3/4/2025).
Berkat dukungan dan bimbingan diberikan rekan-rekan selama lima bulan latihan, Mikael pun berhasil dengan sempurna memerankan Petrus yang memiliki gambaran sisi kemanusiaan penuh kerapuhan sekaligus penyesalan.
"Puji Tuhan, saya puas dengan hasilnya tadi. Kebahagiaan tersendiri karena tahun lalu saya berperan jadi Yusuf di JSK tema 'Mater Purissima'. Tahun ini tidak disangka menjadi tokoh utama. Katedral Jakarta terus berinovasi dan beradaptasi menampilkan Jalan Salib dengan tema berbeda dari sudut pandang masing-masing tokoh,” tuturnya.
Sementara, Arya Setiawan yang memerankan Yesus mendapat perjalanan spiritual bagaimana merekam kisan sengsara dan makna dari kejadian penyaliban tersebut.
“Kadang susah dijelaskan, tapi itu yang saya rasakan. Saya sampai berapa kali harus melakukan puasa juga. Selama perjalanan menjalani peran ini, kalau sedang mengikuti Misa, kadang saya sampai menangis juga,” tuturnya.
Hingga akhirnya, Arya yang telah berhasil melalui peran sebagai Yesus dalam ibadah Jalan Salib bisa mengambil makna dalam mengimplementasikan iman sesuai keyakinan masing-masing.
"Iman itu adalah misteri. Yang saya dapatkan dari sini adalah harus tetaplah percaya dengan iman kita masing-masing, dan khususnya saya sendiri percaya dengan Yesus,” tuturnya.
Perjalanan spiritual juga dirasakan Aaron Ajiguna yang telah memerankan proses adegan Yesus ketika disalib. Meski telah dua kali, namun selalu memberikan pelajaran untuk bagaimana merefleksikan nilai-nilai yang telah diajarkan Yesus.
"Saya mengalami gejolak batin karena merasa 'Kenapa saya lagi?'. Bahkan sampai tadi mau masuk ke babak saya, saya masih merasa 'Benarkah Tuhan pakai aku seperti ini?'. Ada rasa deg-degan, tapi karena ini yang kedua kalinya, yang saya takutkan bukan adegannya, melainkan bagaimana sikap kita merefleksikan diri sendiri,” tutur Aaron.
"Saya sendiri merasa masih belum pantas dan layak untuk memerankan sosok Yesus karena ini adalah peran yang besar. Tapi dari teman-teman Katedral memfasilitasi dengan baik,” tambah dia.
Persiapan 5 Bulan
Ketua I Dewan Paroki Harian Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus menjelaskan Jalan Salib Kreatif tahun ini mengambil judul 'Lux in Nihilo' yang artinya terang dalam ketiadaan atau dalam kegelapan.
"Ini mengambil perspektif Petrus. Petrus adalah salah satu murid Yesus yang begitu menggebu-gebu mengikuti Yesus, namun dalam kelemahannya ia menyangkal Yesus,” jelas Yohanes.
“Dalam perspektif itulah Jalan Salib ini mau ditonjolkan, di mana kita manusia dalam penderitaan dan ketakutan kerap kali bisa menyangkal atau meninggalkan Tuhan. Itu pesan utamanya,” sambung dia.
Sebagai pendamping, Yohanes menjelaskan proses seleksi pemeran dilakukan melalui casting dari para muda mudi OMK yang berjalan selama lima bulan. Dengan melibatkan 200 orang termasuk penyaji naskah hingga pemain musik.
“Pemilihan berdasarkan casting. Teman-teman OMK ini bukan pemain drama profesional, tapi mereka mau berlatih dan berkomitmen,” terangnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







