Misa Paskah, Kardinal Suharyo Singgung Lemahnya Pemberantasan KKN
BeritaNasional.com - Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menyinggung soal lemahnya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sejak 1998. Hal ini ia sampaikan dalam perayaan Misa Hari Raya Paskah di Gereja Katedral Jakarta Pusat, Minggu (5/4/2026).
Suharyo mengatakan, KKN menjadi istilah yang sangat populer sejak keruntuhan rezim Presiden ke-2 Soeharto pada 1998. Namun, pemberantasannya masih belum maksimal hingga saat ini.
“Kolusi, korupsi, nepotisme. Tiga kata itu populer sekali. Dan sepanjang dari tahun 1998 sampai hari ini, usaha untuk memberantas KKN itu saya dipertanyakan, ini sungguhan apa enggak?”
Ia menjelaskan, praktik KKN memicu berbagai kejahatan. Misalnya kekerasan, kerusakan lingkungan hidup, hingga kebohongan publik, yang pada akhirnya membuat masyarakat Indonesia menjadi korban.
Kardinal pun menilai, kondisi tersebut menjauhkan cita-cita kemerdekaan bangsa, terutama keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Saya tidak berbicara dalam konsep-konsep yang besar, itu juga ada tempatnya sendiri bagi para akademisi, para pengamat dan sebagainya. Tetapi contoh-contoh kecil, kemiskinan itu sungguh-sungguh menjadi buah akibat dari semuanya ini,” ujarnya.
Kardinal Suharyo pun menceritakan pengalamannya ketika mencukur rambut di Pasar Bendungan Hilir Jakarta Pusat.
Kala itu, ia mendapati kawasan tersebut sepi. Tukang cukur yang melayaninya mengatakan banyak kios tutup karena daya beli masyarakat menurun. Kondisi itu ia nilai sebagai contoh nyata dampak praktik KKN.
"Jadi, sebetulnya keadaan kita, sejauh dapat saya amati, itu tidak baik-baik saja. Karena segala macam hal itu, cita-citanya mulia, cita-citanya tinggi tetapi tidak dapat diwujudkan karena muncul unsur-unsur tadi, KKN yang masih terus, ditambah dengan kekerasan, kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, kebohongan, semuanya merusak tata kehidupan bersama," katanya.
Maka dari itu, Suharyo mengingatkan agar situasi tersebut tidak melemahkan semangat masyarakat.
Ia menekankan peringatan Paskah mengajak umat untuk tetap teguh dalam iman di tengah berbagai tantangan.
"Semangat Paskah mengajak, khususnya umat Katolik yang kami layani, di tengah-tengah keadaan seperti itu, keadaan seperti apapun, kita pasti harus tetap berjuang untuk teguh di dalam iman, kokoh di dalam harapan, dan tetap menyala di dalam kasih," tandasnya.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







