Bertemu Haedar Nashir, Muzani Bahas Geopolitik Global dan Kekuatan Persatuan

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 06 April 2026 | 11:12 WIB
Ketua MPR, Ahmad Muzani mengunjungi kediaman Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto/istimewa)
Ketua MPR, Ahmad Muzani mengunjungi kediaman Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Ketua MPR, Ahmad Muzani mengunjungi kediaman Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Bantul, Yogyakarta, Minggu (5/4/2026). Muzani menyampaikan titipan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk para ulama hingga pimpinan pondok pesantren di sana.

“Ya, saya menyampaikan kabar ini kepada beliau bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta, dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof Haedar dan Ibu Haedar,” ungkap Muzani dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

“Saya sampaikan itu kepada Pak Prabowo dan beliau menyampaikan salam hormat itu,” lanjutnya.

Dalam pertemuan itu, Haedar mengapresiasi kunjungan Muzani. Ia juga sekaligus menyinggung pentingnya persatuan dalam menghadapi dinamika global.

“Dalam menghadapi geopolitik global itu, kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ungkap dia.

Ia juga menilai kepemimpinan Prabowo memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan dan nilai-nilai kemanusiaan di kancah global.

“Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.

Selain itu, Haedar menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Ketika berbicara tentang bangsa dan negara, kita punya potensi besar. Tadi kita mendiskusikan untuk menjadi negara yang maju ke depan, lebih-lebih era Indonesia Emas 2045,” jelas Haedar.

“Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat ya. Dan Muhammadiyah concern tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” sambung dia.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: