DPR Dukung Langkah Korektif BGN, Tekankan Standar Keamanan Pangan dalam Program MBG
BeritaNasional.com - Langkah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dinilai sebagai bagian upaya menjaga kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dinilai anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyana sesuai dengan komitmen pemerintah dalam upaya menjamin gizi anak.
Penghentian sementara tersebut dilakukan terhadap SPPG yang terindikasi belum memenuhi standar, dugaan keracunan pangan maupun aspek higiene dan sanitasi.
“Langkah korektif ini perlu dipahami sebagai bagian dari proses penjaminan mutu. Program yang menyasar masyarakat luas, khususnya anak-anak, memang harus dijaga kualitas dan keamanannya,” terangnya.
Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4/2026) ia menilai fokus BGN pada pemenuhan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) merupakan langkah penting untuk memastikan setiap layanan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Namun demikian, Netty mengingatkan penguatan kualitas harus diiringi dengan pendampingan yang memadai kepada para pelaksana di lapangan.
“Selain penindakan, perlu juga ada pembinaan dan pendampingan agar pelaksana program dapat memenuhi standar yang ditetapkan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Netty juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG, terutama terkait isu keamanan pangan.
“Keamanan makanan adalah hal yang sangat sensitif. Karena itu, transparansi informasi dan respons cepat terhadap setiap kejadian menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia mengapresiasi tren penurunan jumlah SPPG bermasalah dalam beberapa pekan terakhir, yang menunjukkan adanya perbaikan di lapangan.
“Perbaikan yang terjadi harus terus dijaga dan diperkuat, sehingga program ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ucapnya.
Ke depan, Netty mendorong penguatan sistem pengawasan dan standardisasi operasional agar implementasi program MBG dapat berjalan lebih merata dan berkualitas di seluruh wilayah.
“Yang kita jaga bukan hanya keberlangsungan program, tetapi juga kualitas layanan dan keselamatan penerima manfaat,” pungkasnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







