Harga BBM Dunia Tak Menentu, Malaysia Didesak Percepat Penggunaan Biodiesel

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 03:09 WIB
Ilustrasi BBM biodiesel. (Foto/Freepik)
Ilustrasi BBM biodiesel. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Asosiasi Biodiesel Malaysia (MBA) mendesak pemerintah untuk segera mempercepat peluncuran program pencampuran biodiesel yang lebih tinggi. 

Hal tersebut dilakukan untuk melindungi ekonomi negara dari dampak kenaikan harga bahan bakar global dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (7/4/2026), MBA menyoroti konflik yang tengah berkecamuk di Timur Tengah sebagai pemicu utama ketidakstabilan ini. 

Gangguan pada jalur pelayaran utama dan produksi minyak dunia telah menekan rantai pasokan global, yang pada akhirnya memicu kenaikan biaya bahan bakar.

"Kondisi ini berdampak langsung pada harga domestik, inflasi, serta stabilitas ekonomi di Malaysia," tulis pernyataan resmi asosiasi tersebut.

Selain mempercepat mandat pencampuran, MBA juga menyerukan pemberian insentif bagi penggunaan biodiesel secara sukarela di luar program nasional. Salah satu poin utamanya adalah usulan pembebasan pajak penjualan sebesar 10 persen.

Adopsi biodiesel yang lebih luas diyakini akan memberikan sederet manfaat bagi Malaysia, di antaranya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor, memperkuat mata uang dengan menurunkan risiko fluktuasi nilai tukar, mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan, dan mendukung sektor minyak sawit domestik dan taraf hidup petani di pedesaan.

MBA menekankan bahwa kebijakan ini harus diperkuat dalam tinjauan Kebijakan Biofuel Nasional yang akan datang. Apalagi, rencana penerapan mekanisme pajak karbon di masa depan dapat menjadi alasan kuat untuk meningkatkan penggunaan biodiesel di sektor transportasi dan industri.

"Krisis saat ini bukan sekadar risiko, melainkan peluang bagi Malaysia untuk memajukan solusi energi berkelanjutan yang berakar dari sumber daya dalam negeri," tegas pihak MBA.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: