Prabowo Berencana Bangun Special Financial Center, Luhut Sarankan Bali

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 08 April 2026 | 16:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Forum Bisnis Jepang-Indonesia, Tokyo, Senin (30/3/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto di Forum Bisnis Jepang-Indonesia, Tokyo, Senin (30/3/2026). (BeritaNasional/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah membangun Special Financial Center atau pusat keuangan khusus di tanah air. 

Hal tersebut diungkapkan ketua umum Partai Gerindra ini dalam taklimatnya di rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prabowo mengungkapkan pemilihan lokasi pusat keuangan ini masih dalam tahap pengkajian.

Namun, ia menyebut Bali sebagai salah satu kandidat kuat berdasarkan saran mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

"Rencana kita, kita mau bikin apa itu Special Financial Center. Kita lagi cari tempat. Kalau Pak Luhut sarankannya di Bali. Nggak tau Pak Luhut seneng banget Bali. Tapi kita semua seneng Bali," ujar Prabowo.

Presiden menambahkan fenomena banyaknya warga negara asing, seperti Rusia dan Ukraina, yang kini menetap di Bali merupakan bukti nyata Indonesia dipandang sebagai negara yang aman jika terjadi gejolak dunia.

Prabowo menyebut bahwa stabilitas keamanan Indonesia kini menjadi daya tarik luar biasa bagi para investor dunia, terutama mereka yang ingin mengamankan asetnya dari zona konflik.

"Kalau terjadi Perang Dunia Ketiga, negara mana yang aman? Eh, Indonesia termasuk papan atas loh," tegasnya.

Gagasan pembangunan pusat keuangan ini sebenarnya sudah didiskusikan sejak lama. Prabowo melihat momentum saat ini sangat tepat karena banyak pemilik modal, terutama dari kawasan Timur Tengah, yang sedang mencari tempat aman.

"Tapi, saudara-saudara, gagasan ini ya yang dibicarakan Pak Luhut ke saya bertahun-tahun ini ternyata sekarang uang-uang yang di Timur Tengah dia mau ke mana, saudara-saudara? Negara mana yang tidak perang sekarang, kasih tahu ya? Indonesia salah satu yang paling diminati," katanya.

Karena itu, Prabowo mengingatkan jajarannya untuk bekerja lebih keras dan teliti. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi ego sektoral antarlembaga dalam mengeksekusi rencana besar ini.

"Jadi saudara-saudara intinya adalah kita sangat banyak potensi. Tapi ini juga yang saya katakan membuat kita sekarang harus lebih kerja keras, bekerja lebih teliti," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: