Rasio Utang 40 Persen dan Defisit 3 Persen Jadi Prioritas Presiden Prabowo
BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga rasio utang di level 40 persen dan defisit APBN 3 persen.
Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah yang diikuti sekitar 800 birokrat, jajaran direksi BUMN, dan petinggi TNI, Polri, serta Kejaksaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
"Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun Undang-Undang menyiapkan (batas rasio utang) sampai 60 persen (terhadap APBN). Demikian pula juga defisit (APBN) dijaga di level 3 persen. Ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun," kata Airlangga saat jumpa pers.
Undang-Undang yang disebut Airlangga mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Rapat yang berlangsung sekitar empat jam itu melibatkan seluruh jajaran menteri dan pejabat eselon I kementerian/lembaga. Presiden Prabowo memberikan arahan langsung, mendengar paparan menteri, dan menekankan sektor-sektor strategis yang perlu perhatian khusus.
Indikator Ekonomi Positif
Airlangga melaporkan beberapa indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia tetap baik, antara lain:
- Indeks keyakinan konsumen stabil
- Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur menunjukkan ekspansi
- Cadangan devisa dan neraca pembayaran tetap sehat
- Penerimaan pajak meningkat
"Dari Menteri Keuangan tadi disampaikan sampai dengan Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau Rp462,7 triliun, dan manufaktur juga ekspansif," jelas Airlangga.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026
Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 dapat mencapai kisaran 5,5 persen.
"Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai (target), tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan lebih besar (atau) sama dengan 5,5 persen," tambah Airlangga.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







