Bahlil: Pasokan Energi Indonesia Tetap Aman di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 09 April 2026 | 08:41 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara. (Foto/BPMI Setpres)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara. (Foto/BPMI Setpres)

BeritaNasional.com - Pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk eskalasi di Timur Tengah. 

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

“Saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk elpiji sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk elpiji kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” kata Bahlil. 

Bahlil berujar, pasokan energi Indonesia tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah. Sebab, impor dari kawasan Timur Tengah hanya berupa minyak mentah (crude oil) dengan porsi sekitar 20-25 persen.

“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude, kita kan tidak pernah impor BBM jadi dari Timur Tengah, dari Middle East. Yang ada itu tinggal crude-nya saja, crude-nya itu sekitar 20-25 persen,” ujar Bahlil.

Oleh karena itu, untuk menjaga ketahanan energi, pemerintah telah melakukan diversifikasi pasokan dari beberapa negara. 

“Kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain,” ucap Bahlil.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus memantau pergerakan distribusi energi, termasuk kapal di Selat Hormuz, agar tidak mengganggu pasokan dalam negeri.

"Dengan redanya ada jeda dua minggu daripada eskalasi di Timur Tengah mudah-mudahan bisa cepat selesai,” tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: