Perkuat Kerja Sama RI-Malaysia, Polda Riau Fokus Berantas Narkotika dan Terorisme
BeritaNasional.com - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melakukan kunjungan kerja ke Malaysia untuk memperkuat kerja sama penanganan kejahatan lintas negara, khususnya narkotika, terorisme, dan kejahatan transnasional di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Herry bertemu dengan sejumlah satuan elit Polis Diraja Malaysia, termasuk Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN), Special Branch E3, unit counter terrorism E8, serta pimpinan kepolisian Melaka guna membahas penguatan kolaborasi, pertukaran intelijen, dan strategi penanganan kejahatan lintas negara.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk memperkuat kolaborasi konkret, terutama dalam menghadapi peredaran narkotika yang bersifat lintas batas. Kami ingin membangun sistem kerja sama yang lebih cepat, presisi, dan real time antara Indonesia dan Malaysia,” ujar Kapolda Herry, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelaksanaan hot pursuit terhadap pelaku kejahatan yang melarikan diri melintasi batas negara, sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang lebih efektif.
Pada hari yang sama, Herry juga melakukan pertemuan dengan Special Branch E3 Malaysia yang membahas isu strategis lintas negara, mulai dari narkotika, terorisme, hingga penyelundupan manusia (people smuggling). Jalur masuk ilegal, termasuk wilayah perairan Dumai, menjadi perhatian bersama kedua negara.
Dalam forum tersebut, Herry menegaskan bahwa penanganan narkotika menjadi prioritas utama, mengingat sebagian besar jalur masuk narkotika ke wilayah Riau berasal dari luar negeri.
“Kami membutuhkan dukungan informasi dari pihak Malaysia karena karakter kejahatan ini lintas negara. Tanpa kerja sama yang kuat, penanganannya tidak akan optimal,” tegasnya.
Selain isu kriminalitas, pembahasan juga mencakup isu lingkungan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi berdampak lintas negara. Polda Riau sendiri telah melakukan langkah preventif melalui program Desa Bebas Api serta penegakan hukum terhadap puluhan pelaku pembakaran hutan.
Herry bahkan mengundang pihak Malaysia untuk melakukan patroli udara bersama guna melihat langsung kondisi wilayah serta mengantisipasi dampak kabut asap di kawasan regional.
Rangkaian kunjungan juga diisi dengan silaturahmi bersama Tan Sri Abdul Hamid Bador dan Datuk Ing, yang membahas refleksi kerja sama penanganan terorisme serta penguatan program deradikalisasi.
Selanjutnya, Herry bertemu dengan unit counter terrorism E8 Malaysia yang mengungkap adanya fenomena baru radikalisasi di kalangan anak muda, termasuk melalui media sosial dan game online.
Kedua pihak sepakat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pertukaran informasi intelijen untuk mendeteksi dini potensi ancaman tersebut.
“Radikalisasi saat ini berkembang dengan pola baru yang menyasar generasi muda. Oleh karena itu, kerja sama intelijen menjadi sangat penting untuk mencegahnya sejak dini,” katanya.
Puncak kunjungan ditutup dengan pertemuan bersama Ketua Polis Melaka DCP Dzulkhairi Mukhtar. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama keamanan, termasuk dalam penanganan karhutla, terorisme, dan kejahatan lintas negara lainnya.
Lukusan Akpol 1996 ini juga menekankan kedekatan historis dan budaya antara Riau dan Melaka sebagai modal sosial dalam membangun kolaborasi yang lebih erat.
“Kita ini satu rumpun Melayu. Silaturahmi bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi jalan untuk menyatukan tujuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi bersama terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan berdampak lintas wilayah, termasuk ke Malaysia.
Herry menegaskan komitmen untuk mendorong terbentuknya sistem kerja sama yang lebih terintegrasi, mulai dari joint intelligence sharing, patroli bersama, hingga pelatihan lintas negara.
“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata di lapangan, demi menjaga keamanan kawasan dan melindungi masyarakat di kedua negara,” tutupnya. 
PERISTIWA | 15 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







