Menaker Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Magang Nasional
BeritaNasional.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan efisiensi anggaran tahap III tidak mengganggu program magang nasional 2026.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) diminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk melakukan efisiensi anggaran sampai Rp181 miliar.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengusulkan penambahan peserta magang nasional 150 ribu orang untuk tahun 2026.
Yassierli menjelaskan, anggaran yang diefisiensi hanya perjalanan dinas dan urusan administratif.
"Magang nasional memang belum ya, belum apa, belum ada di mata anggaran. Jadi memang itu sifatnya adalah kita harus usulkan. Jadi, yang diefisiensikan itu memang sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak Menkeu terkait dengan perjalanan dinas ya, kemudian terkait dengan administratif," jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Kemnaker akan menyisir anggaran-anggaran tidak perlu untuk efisiensi. Misalnya, anggaran rapat bisa dipotong dengan cara melakukan rapat secara daring.
"Kalau yang lain mungkin kalau itu terkait dengan rapat dan seterusnya, ya tentu semangat kita adaptasi sekarang lah, dengan kita bisa melakukan online ya kita akan optimalkan itu," jelas Yassierli.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan terkait penambahan peserta magang. Namun, Yassierli belum mengungkap besaran kebutuhan anggaran program magang tersebut untuk tahun 2026.
"Ada, tapi saya lupa persisnya, ya. Jadi, memang kita mengusulkan karena antusiasme luar biasa, kita memang mengusulkan ini. Baru usulan ya, 150 ribu orang," jelasnya.
Yassierli memastikan penambahan peserta magang 2026 akan dilakukan pemerataan di seluruh Indonesia sehingga tidak hanya akan menumpuk di Jakarta. Program magang akan menyasar daerah yang tingkat penganggurannya tinggi.
"Kuncinya kalau magang itu nanti sebarannya harus merata. Dan, itu yang diminta oleh Komisi IX. Jadi, sebaran, mulai dari Indonesia Barat, Indonesia Tengah, Indonesia Timur. Jadi, tidak boleh hanya numpuk di Jakarta karena mereka berharap magang ini juga harus menjadi salah satu solusi pengentasan TPT ya, pengangguran terbuka," ujar Yassierli.
"Jadi, malah berharapnya kalau wilayah atau daerah tingkat penganggurannya tinggi, proporsi magangnya lebih besar. Itu harapannya," paparnya.
Begitu juga bidang kerja magang tidak hanya dibuka untuk satu bidang spesifik.
"Dan, kemudian distribusi terkait dengan bidang-bidang. Kita tentu tidak mau hanya satu bidang spesifik, teknik apa atau manajemen apa yang kemudian itu saja yang diterima semua. Nah, jadi itu yang nanti kita harus kawal ketika nanti program 2026 magang nasional ini akan kita gulirkan," tandasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu




