Pria di Cakung Jaktim Bacok Kakaknya, Tak Terima Ditegur Mengintip Adik Ipar Mandi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 10 April 2026 | 11:10 WIB
Rekaman CCTV yang memperlihatkan pria diduga pelaku pembacokan di Cakung, Jaktim. (Foto/Istimewa)
Rekaman CCTV yang memperlihatkan pria diduga pelaku pembacokan di Cakung, Jaktim. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Seorang pria berinisial MH (20) di wilayah Cakung, Jakarta Timur, nekat membacok kakak kandungnya sendiri berinisial BW (31) yang kala itu berada di rumah pada Kamis (9/4/2025) pagi.

Insiden tragis ini bermula dari MH yang tidak terima ditegur BW usai diduga telah mengintip adik iparnya berinisial T ketika mandi.

"Usai ditegur, MH tidak terima," kata Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra yang dikutip pada Jumat (10/4/2025).

Keduanya terlibat cekcok hingga situasi di rumah memanas. Sontak, MH mengambil golok yang disimpan di dalam lemari dan langsung menyerang kakaknya tersebut.

"Pelaku langsung membacok korban dan mengenai bagian kepala Korban dan seketika korban berteriak dan langsung lari keluar rumah," katanya.

Akibat tebasan itu, BW mengalami luka di bagian kepala yang langsung dilarikan ke RS Persahabatan Rawamangun. Sementara itu, MH telah melarikan diri sambil membawa goloknya.

Mendapat laporan kejadian ini, kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi. Tidak butuh waktu lama, polisi akhirnya berhasil meringkus MH di kawasan Perumahan Aneka Elon, Cakung, Jakarta Timur. 

Selain itu, polisi menyita barang bukti berupa golok yang digunakan dalam aksi pembacokan. Dari hasil pemeriksaan, motif pelaku terungkap. MH mengaku merasa sakit hati setelah ditegur oleh kakaknya tersebut.

"Dari hasil interogasi terhadap pelaku mengakui perbuatannya karena sakit hati terhadap korban. Sehingga pelaku melukai korban," katanya.

Kini, pelaku telah diamankan di Polsek Cakung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: