Wamenhaj Pastikan Kenaikan Harga Avtur Tak Bebani Jemaah Haji 2026
BeritaNasional.com - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi jemaah haji dari dampak fluktuasi ekonomi global. Dahnil mengungkapkan bahwa dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memicu kenaikan harga avtur dunia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Presiden telah memberikan arahan agar kenaikan biaya operasional penerbangan tidak dibebankan kepada jemaah haji.
"Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, kami pastikan bahwa dinamika kenaikan harga avtur akibat situasi geopolitik di Timur Tengah tidak akan dibebankan kepada jemaah haji. Pemerintah akan mencari solusi fiskal dan melakukan penyesuaian kembali agar beban negara juga tidak terlalu berat," ujar Dahnil dikutip dari laman Kemenhaj, Minggu (12/4/2026).
Selain itu, Dahnil juga memastikan kesiapan logistik bagi jemaah selama berada di Tanah Suci. Ia menyebutkan bahwa kontrak dan ketersediaan logistik telah diamankan untuk beberapa bulan ke depan guna menjamin kebutuhan jemaah tetap terpenuhi.
"Kami sudah melakukan mitigasi bersama KUH dan memastikan stok serta kontrak logistik jemaah aman untuk tiga bulan ke depan. Jadi, jemaah tidak perlu khawatir mengenai pemenuhan kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah," lanjutnya.
Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dengan harapan tidak terjadi eskalasi yang lebih luas. Stabilitas kawasan dinilai penting agar seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H dapat berjalan sesuai rencana tanpa gangguan, baik dari sisi keamanan maupun distribusi logistik.
Penutupan Rakernas ini sekaligus menjadi momentum finalisasi koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjelang keberangkatan perdana jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan pada 22 April 2026. Dahnil pun meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah.
"Harapan kita tentu dinamika geopolitik ini tidak eskalatif. Namun, secara sistem, kita sudah siap dengan segala skenario terburuk agar jemaah tetap bisa beribadah dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







