Hadapi Ancaman El Nino, Kementerian PU Siagakan 400 Pompa Air untuk Petani
BeritaNasional.com - Pemerintah mulai mengantisipasi potensi musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pihaknya menyiapkan ratusan unit pompa air untuk mendukung program pemompaan di lahan pertanian.
Saat ini, 400 unit pompa telah disiagakan. Namun, jumlah tersebut dipastikan terus bertambah mengikuti perkembangan situasi dan kebutuhan para petani di lapangan.
"Banyak, kemarin pompa (yang disiapkan) 400 unit ya, tapi kita akan tambah terus. Jadi, sementara waktu 400 unit tapi kita akan tambah terus," kata Dody yang dikutip dari Antara pada Sabtu (11/4/2026).
Dody menekankan penyediaan sarana pompa ini dilakukan dengan koordinasi ketat bersama Kementerian Pertanian (Kementan).
Langkah ini diambil agar tidak terjadi duplikasi program atau pemborosan anggaran di wilayah yang sama, sehingga bantuan pemerintah bisa menyasar titik-titik sentra produksi padi secara tepat.
"Karena Kementerian Pertanian juga menyiapkan barang yang sama. Jadi, kita juga enggak mau overlapping," ujarnya.
Ia menambahkan pembagian wilayah kerja menjadi strategi utama dalam kolaborasi ini.
"Kita koordinasi terus, mana yang Kementerian Pertanian kerjakan, kita enggak akan kerjakan di situ. Kalau kita kerjakan di situ, Kementerian Pertanian enggak akan kerjakan di situ," jelas Dody.
Bagi Menteri PU, sekadar menyediakan pompa tidaklah cukup. Ia mendorong jajarannya untuk membangun jaringan irigasi tersier yang mumpuni.
Hal ini bertujuan agar air yang sudah disedot dari dalam tanah atau sumber air lainnya dapat didistribusikan secara merata dan tidak terbuang percuma.
"Cuma kalau kami, saya minta teman-teman jangan hanya pompa air tanah, tapi juga harus dibangun jaringan irigasi tersiernya sehingga air yang kita alirkan itu lebih efektif, efisien untuk mengairi sawah," ucapnya.
Dengan infrastruktur air yang lebih baik, pemerintah optimistis produktivitas lahan pertanian, khususnya sawah tadah hujan, tidak akan anjlok meski dilanda kemarau panjang. Targetnya, frekuensi panen petani bisa meningkat secara signifikan.
"Harapan kami sawah-sawah tadah hujan itu minimum bisa panen setahun dua kali. Kalau bisa tiga kali alhamdulillah gitu," tandasnya.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






