Komisi X DPR Usul Kesehatan Mental Jadi Bagian Kurikulum Sekolah
BeritaNasional.com - Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai kondisi darurat kesehatan mental pada anak dan remaja membutuhkan langkah konkret dan terstruktur dari seluruh pemangku kepentingan.
Oleh sebab itu, ia menilai kesehatan mental sebagai elemen penting yang perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan nasional.
“Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial,” ujar Lestari dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).
“Demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa,” tambahnya.
Lestari juga menyoroti maraknya kasus kekerasan yang melibatkan anak dan remaja dalam beberapa bulan terakhir, seperti insiden anak membunuh ibu di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta di Semarang, Jawa Tengah.
“Itu adalah gejala. Gejala dari sistem yang gagal membekali mereka dengan kemampuan paling dasar sebagai manusia, yaitu memahami diri sendiri,” tuturnya.
Ia menilai sistem pendidikan nasional terlalu berorientasi pada angka, peringkat, dan capaian akademik, namun mengesampingkan kesehatan mental serta kematangan emosional.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka sekolah tanpa disadari akan menjadi ruang yang justru memproduksi tekanan, bukan membangun ketahanan,” katanya.
“Kesehatan mental harus menjadi bagian inti dalam kurikulum nasional,” tegasnya.
Menurutnya, anak-anak tumbuh di tengah tekanan sosial yang semakin kompleks, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan kemampuan untuk mengenali dan mengelolanya.
Tanpa intervensi yang memadai, ia menilai bangsa ini berisiko kehilangan satu generasi yang tumbuh dengan kondisi mental rentan.
“Untuk menjadi bangsa yang kuat, kita membutuhkan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental,” tandasnya.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







