Debut De Zerbi di Tottenham Berujung Kekalahan, Soroti Mental dan Efektivitas Tim
BeritaNasional.com - Debut Roberto De Zerbi bersama Tottenham Hotspur berakhir kurang manis setelah kalah 0-1 dari Sunderland dalam lanjutan Liga Inggris di Stadium of Light, Minggu malam WIB.
Gol tunggal Nordi Mukiele pada babak kedua menjadi penentu kemenangan tuan rumah. Hasil ini membuat Tottenham tertahan di peringkat ke-18 dengan 30 poin, sementara Sunderland naik ke posisi ke-10 dengan 46 poin.
Secara permainan, Tottenham sebenarnya tampil cukup baik di awal laga. Mereka mampu mengontrol tempo dan menciptakan beberapa peluang emas, meski belum berbuah gol.
De Zerbi pun mengakui timnya tampil cukup rapi di babak pertama, namun kurang maksimal dalam penyelesaian akhir dan menurun di paruh kedua.
“Saya pikir kami bermain cukup baik, terutama di babak pertama. Permainan kami terorganisasi, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Kami punya tiga peluang besar untuk mencetak gol, dari Solanke, Richarlison, dan Bergvall. Kami bermain bagus, tapi belum cukup bagus untuk memenangkan pertandingan, karena di babak kedua kami terlalu banyak tertekan oleh Sunderland dan kehilangan kontrol permainan,” ujar De Zerbi.
Memasuki babak kedua, Sunderland tampil lebih efektif. Pada menit ke-61, Mukiele sukses memanfaatkan umpan Habib Diarra untuk mencetak gol kemenangan.
Tottenham sempat memiliki peluang penting sebelum kebobolan, namun gagal dimaksimalkan. Hal ini diakui De Zerbi sebagai momen krusial yang memengaruhi hasil akhir.
“Kami juga punya peluang penting lewat Richarlison, hanya dua menit sebelum kebobolan. Kami sebenarnya masih bisa bermain lebih baik, dengan energi, semangat, dan antusiasme yang lebih besar di lapangan,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti kondisi tim yang sedang berada dalam periode sulit, sekaligus menegaskan fokusnya untuk membangkitkan kepercayaan diri pemain.
“Saat ini kami sedang berada dalam momen yang sulit. Saya ingin membantu para pemain menunjukkan kemampuan terbaik mereka, karena kami bisa bermain jauh lebih baik dari ini.”
Menurut De Zerbi, perubahan terbesar yang dibutuhkan bukan pada taktik, melainkan mentalitas tim saat bertanding.
“Tugas saya bukan mengubah gaya bermain secara drastis. Yang paling penting adalah mentalitas—bagaimana kami tetap positif karena kami punya kualitas untuk menang. Ketika kami benar-benar bermain untuk menang, kami bisa mengubah segalanya.”
Kekalahan ini menjadi awal yang berat bagi De Zerbi sekaligus memperpanjang tren negatif Tottenham di zona degradasi.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu




