Korban Tewas Penembakan Sekolah di Turki Bertambah Jadi 9 Orang

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 16 April 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi penembakan di Turki (Foto/Pixabay)
Ilustrasi penembakan di Turki (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Sebuah penembakan di sekolah menengah di Kahramanmaras, Turki, menyebabkan sembilan korban tewas dan 13 lainnya terluka, enam di antaranya dalam kondisi kritis. Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Mustafa Ciftci.

Gubernur Kahramanmaras Mukerrem Unluer mengatakan, serangan tersebut dilakukan oleh seorang siswa laki-laki kelas 8 di Sekolah Menegah Ayser Calik, Rabu waktu setempat, dengan alasan yang belum diketahui.

Pelaku membawa senjata api di ranselnya, kemudian menembak secara membabi buta setelah memasuki dua ruangan kelas. Enam korban luka masih menjalani operasi dan masih dalam kondisi kritis.

Pelaku sendiri tewas dalam peristiwa tersebut. Namun hingga kini belum diketahui apakah dia mengakhiri hidupnya sendiri atau terluka dalam kekacauan yang terjadi.

Gubernur Unluer mengatakan, senjata tersebut kemungkinan adalah milik ayah si pelaku, yang merupakan mantan petugas kepolisian. Si pelaku dilaporkan datang ke sekolah membawa lima pucuk senjata api dan tujuh magasin.

Kepala Jaksa Kahramanmaras Ramazan Murat Tiryaki mengatakan, penyelidikan masih berlangsung, dengan tiga wakil kepala jaksa dan empat jaksa dilibatkan.

"Kepala jaksa dan para jaksa yang ditugaskan terus bekerja di TKP," kata Menteri Kehakiman Akin Gurlek melalui media sosial Turki NSosyal.

Menurut keterangan resmi, Menteri Pendidikan Yusuf Tekin beserta pejabat terkait langsung melakukan perjalanan ke TKP usai mendapat informasi kejadian tersebut.

Sementara itu, Direktur Komunikasi Turki Burhanettin Duran, melalui platform X, mengatakan semua aspek insiden yang terjadi tengah diselidiki secara mendalam oleh pihak berwenang, dan semua langkah yang diperlukan sedang dijalankan.

Mengingat peristiwa ini berdampak pada anak di bawah umur beserta keluarganya, Duran meminta agar media konvensional dan media digital memperhatikan bahasa yang digunakan dalam pemberitaan.


Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: