Harga Minyak Global Kembali Melambung, Pasar Sangsi Perang AS-Iran Segera Berakhir
BeritaNasional.com - Harga minyak dunia bergerak menguat pada Kamis (16/4/2026) pagi. Kenaikan ini menghapus tren penurunan sebelumnya karena para pelaku pasar mulai meragukan efektivitas pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan konflik yang telah mengguncang pasokan energi global.
Dilansir dari Reuters pada Kamis sore WIB, harga minyak mentah jenis Brent naik USD1,65 atau 1,7 persen ke level USD96,58 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menyusul dengan kenaikan USD1,45 atau 1,6 persen di posisi USD92,74 per barel.
Kenaikan ini terjadi setelah kedua patokan harga tersebut sempat stagnan pada penutupan Rabu, meski sempat diperdagangkan dalam rentang fluktuasi yang cukup lebar.
Ketidakpastian mengenai kapan perang akan berakhir menjadi motor utama penggerak harga. Analis pasar minyak dari PVM, John Evans, menilai bahwa pasar saat ini dibanjiri oleh informasi yang kontradiktif mengenai prospek perdamaian.
"Kami tetap skeptis terhadap penyelesaian segera perang ini. Pilih judul berita apa pun, selalu ada bantahannya," kata analis pasar minyak PVM, John Evans.
Krisis Pasokan di Selat Hormuz
Konflik bersenjata yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah memicu gangguan pasokan energi paling parah dalam sejarah modern.
Salah satu dampak paling krusial adalah lumpuhnya lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz.
Sebagai informasi, wilayah perairan sempit ini merupakan jalur nadi energi dunia yang biasanya mengangkut sekitar 20 persen dari total aliran minyak dan gas alam cair (LNG) global. Terhentinya aktivitas di jalur ini membuat kekhawatiran akan kelangkaan energi terus membayangi pasar internasional, sehingga menjaga harga minyak tetap berada di level yang tinggi.
Sumber: Reuters
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






