Trump Perintahkan Pentagon Siapkan Rencana Invasi ke Kuba

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 03:00 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)
Presiden AS Donald Trump. (Foto/Dokumentasi White House)

BeritaNasional.com - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah meningkatkan kesiagaan dan perencanaan untuk melakukan operasi militer di Kuba. 

Dilansir USA Today pada Rabu (15/4/2026) waktu setempat, arahan dari Pentagon ini muncul menyusul eskalasi ketegangan antara kedua negara yang memanas sejak awal Januari 2026.

Pemerintahan Trump sebelumnya telah memberlakukan pembatasan minyak baru dan melontarkan berbagai ancaman militer guna memicu perubahan politik di Kuba.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Pentagon tidak membantah adanya persiapan tersebut.

"Kami merencanakan berbagai kemungkinan dan tetap siap untuk melaksanakan perintah presiden sesuai arahan," tulis pernyataan resmi Pentagon.

Trump: Kuba Target Selanjutnya

Ancaman intervensi ini semakin nyata setelah Presiden Trump kembali memberikan pernyataan provokatif di Gedung Putih pada Senin lalu. 

Ia memberikan sinyal bahwa setelah fokus militer AS di Venezuela dan Iran mereda, Washington akan mengalihkan pandangannya ke Kuba.

"Kita mungkin akan mampir ke Kuba setelah kita selesai dengan ini," kata Trump.

Respons Presiden Kuba

Di sisi lain, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan, meskipun dialog dengan Amerika Serikat masih memungkinkan, posisi Kuba sangat bergantung pada prinsip kedaulatan. 

Ia menegaskan kesiapan negaranya untuk berdiskusi mengenai isu migrasi dan keamanan, asalkan berdasarkan "rasa hormat dan kesetaraan."

Namun, menghadapi retorika agresi dari Washington, Diaz-Canel memberikan peringatan keras.

"Jika invasi ke Kuba terjadi, kita akan berperang, kita akan membela diri," tegasnya dalam wawancara dengan NBC.

Situasi di Kuba saat ini sedang berada dalam titik terendah akibat krisis ekonomi dan energi yang parah. Kondisi ini dipicu oleh aksi militer AS di Venezuela pada 3 Januari lalu yang berujung pada penangkapan paksa Presiden Nicolas Maduro.

Operasi militer AS di Caracas tersebut berdampak domino pada matinya jalur pasokan minyak utama Kuba yang selama ini bergantung pada Venezuela dan Meksiko. 

Akibatnya, kelangkaan bahan bakar kini melumpuhkan aktivitas di negara tersebut, di tengah ancaman invasi yang kian mendekat dari utara.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: