Canva Segera Luncurkan AI 2.0, Desain Otomatis Hanya Lewat Perintah Teks

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 April 2026 | 04:00 WIB
Ilustrasi mengedit gambar di aplikasi Canva. (Foto/Freepik)
Ilustrasi mengedit gambar di aplikasi Canva. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Canva baru saja memperkenalkan versi terbaru dari asisten AI yang mampu merencanakan tugas, memilih alat yang tepat, hingga membuat desain yang dapat diedit sepenuhnya hanya melalui instruksi teks sederhana.

Langkah ini dirancang khusus untuk para profesional desain yang mendambakan alur kerja otomatis dan dapat diprediksi dalam pembuatan aset media. 

Dengan sistem berbasis lapisan (layers), pengguna mendapatkan fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan detail produk akhir sesuai selera.

Canva AI 2.0 hadir dengan integrasi ekosistem yang luar biasa. Pengguna kini dapat menghubungkan asisten ini ke Slack, Gmail, Google Drive, hingga Zoom. Tujuannya, AI dapat memahami konteks tugas dengan membaca e-mail, percakapan, dan file pengguna. 

Bahkan, bot AI ini sekarang dibekali kemampuan riset web untuk menjelajahi internet guna menyelesaikan tugas-tugas spesifik.

Persaingan di ruang ini memang kian memanas. Adobe baru saja merilis asisten AI Firefly, sementara Figma mulai mendukung agen AI melalui server MCP. Namun, COO Canva Cliff Obrecht tetap optimistis dengan posisi perusahaannya.

“Saya rasa banyak bisnis kecil memulai dan mengakhiri hari mereka dengan melakukan sebagian besar alur kerja sepenuhnya di Canva,” kata Obrecht.

Ia menambahkan, meskipun pengguna menggunakan layanan dari Anthropic, Google, atau OpenAI, pengguna tetap akan kembali ke Canva untuk tahap akhir.

“Mereka selalu perlu melakukan tahap akhir pengeditan, kolaborasi, dan penyebaran. Di situlah kekuatan kami sebenarnya,” tambah Obrecht.

Kinerja Lebih Kencang dan Murah

Selain fitur baru, Canva juga melakukan perombakan besar pada efisiensi model AI. Model penghasil gambar Lucid Origin kini diklaim 5 kali lebih cepat dan 30 kali lebih murah.

Sementara itu, model konversi gambar ke video 12V melesat 7 kali lebih cepat dengan efisiensi biaya 17 kali lipat lebih hemat.

Pembaruan lainnya meliputi penjadwalan otomatis, yaitu membuat draf tugas berulang di latar belakang. Lalu, generator kode kini mendukung impor HTML melalui perintah teks dan membuat tabel data hanya dengan deskripsi singkat.

Di balik inovasi teknologinya, performa bisnis Canva pun kian mentereng. Meski pendapatan utama masih didominasi individu dan tim kecil, sektor korporat (enterprise) mencatat pertumbuhan fantastis sebesar 100% dari tahun ke tahun.

Dengan valuasi perusahaan yang kini mencapai USD42 miliar (sekitar Rp660 triliun), Obrecht memberikan bocoran mengenai langkah besar perusahaan di masa depan. 

Canva kemungkinan besar melakukan penawaran umum perdana atau IPO pada tahun 2027.

Canva AI 2.0 saat ini sudah tersedia dalam versi pratinjau riset (research preview) mulai minggu ini dan dijadwalkan akan meluncur untuk seluruh pengguna secara global dalam beberapa minggu ke depan.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: