Perkuat Ekosistem Desain, Canva Akuisisi 2 Perusahaan Animasi dan AI
BeritaNasional.com - Raksasa perangkat lunak desain grafis Canva kembali melakukan gebrakan besar di awal tahun 2026.
Perusahaan asal Australia ini resmi mengumumkan akuisisi ganda terhadap dua startup teknologi, yaitu Cavalry yang berbasis di Inggris dan MangoAI .
Langkah strategis ini diambil Canva untuk memperkokoh posisinya sebagai platform desain all-in-one yang mampu melayani kebutuhan kreator profesional hingga industri periklanan berukuran besar.
Cavalry dikenal sebagai pengembang perangkat lunak animasi gerak 2D yang banyak digunakan di sektor pemasaran, game, hingga seni generatif.
Nanti, teknologi Cavalry akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Affinity, rangkaian perangkat lunak kreatif profesional milik Canva yang diakuisisi pada 2024.
Dengan masuknya Cavalry, Canva kini memiliki lini produk profesional yang lengkap, mulai dari pengeditan foto, desain vektor, tata letak (layouting), hingga pengeditan gerak (motion editing).
"Kami ingin menutup celah fungsional dan menciptakan 'Sistem Operasi Kreatif' (Creative OS) yang lengkap bagi para profesional, namun tetap mempertahankan kontrol mendalam yang dibutuhkan kreator," tulis Canva dalam unggahan resminya pada Senin (23/2/2026).
Gandeng Mantan Petinggi Netflix lewat MangoAI
Selain animasi, Canva juga memboyong MangoAI , sebuah startup yang fokus pada pengembangan sistem penguatan pembelajaran untuk meningkatkan performa video iklan.
Akuisisi ini membawa talenta besar ke dalam tubuh Canva. Yakni, Nirmal Govind (Mantan VP Data Science Netflix) kini menjabat sebagai Chief Algorithms Officer pertama di Canva dan Vinith Misra (Mantan Ilmuwan Data Netflix & Roblox) akan fokus pada pengembangan produk pemasaran Canva.
Teknologi MangoAI yang diproyeksikan dapat membantu klien Canva dalam membuat, meluncurkan, hingga efektivitas efektivitas kampanye iklan video secara lebih presisi.
Ambisi Menjadi Solusi Pemasaran Global
Ekspansi ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan alat pertumbuhan Canva Grow yang diluncurkan tahun lalu. COO Canva, Cliff Obrecht, menyatakan bahwa Canva Grow telah menunjukkan performa luar biasa, terutama untuk konten platform Meta.
"Kami akan segera meluncurkan lebih banyak fitur terkait pembuatan video yang dapat diterapkan di berbagai platform. Ini permulaan baru dari ekspansi besar kami," ujar Obrecht dalam ajang Web Summit Qatar baru-baru ini.
Diketahui, hingga akhir 2025, Canva mencatatkan pencapaian finansial yang fantastis dengan pendapatan tahunan mencapai USD4 miliar (sekitar Rp62,8 triliun).
Platform ini kini memiliki lebih dari 265 juta pengguna di seluruh dunia dengan 31 juta di antaranya merupakan pelanggan berbayar.
Sumber: TechCrunch
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 15 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







