Gebrakan AI Bawa Canva Raih Pendapatan Rp62 Triliun, Siap Tantang Dominasi Adobe
BeritaNasional.com - Raksasa platform desain kreatif Canva menutup tahun 2025 dengan pencapaian yang fantastis. Berkat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang masif, perusahaan asal Australia ini mencatatkan pertumbuhan pengguna aktif bulanan hingga 20 persen dalam setahun terakhir.
Dilansir dari TechCrunch pada Kamis (19/2/2026), Co-Founder sekaligus COO Canva Cliff Obrecht mengungkapkan basis pengguna mereka telah menembus angka 265 juta orang dengan lebih dari 31 juta di antaranya merupakan pelanggan berbayar.
Lonjakan ini sukses mendorong pendapatan berulang tahunan (Annual Recurring Revenue/ARR) mencapai USD4 miliar (sekitar Rp62,8 triliun) pada akhir 2025.
Sektor business-to-business (B2B) menjadi bintang utama dengan pertumbuhan 100 persen dan menyumbang ARR sebesar USD500 juta.
Canva kini tidak lagi sekadar alat desain biasa. Obrecht menegaskan adanya pergeseran strategi besar-besaran di dalam perusahaan.
"Awalnya kami adalah platform desain yang menyematkan alat AI. Sekarang kami balik: kami adalah platform AI yang memiliki alat desain," ujar Obrecht.
Strategi ini bertujuan menjadikan Canva layaknya agensi desain di saku para pelanggan. Investasi AI ini terbukti manjur.
Fitur pembuatan aplikasi mini dan situs web berbasis AI yang baru diluncurkan tahun lalu kini sudah digunakan oleh lebih dari 10 juta orang setiap bulannya.
Untuk terus memperluas pasar internasional, Canva mulai menerapkan strategi harga langganan yang lebih terjangkau di negara-negara berkembang seperti Pakistan, Uruguay, Maroko, dan Jamaika.
Langkah ini diambil di tengah persaingan sengit dengan Adobe dan paket Creator Studio dari Apple.
Menariknya, Canva juga memanfaatkan popularitas chatbot seperti ChatGPT dan Claude sebagai pintu masuk pelanggan baru (acquisition channel).
Data menunjukkan lebih dari 26 juta percakapan terkait aplikasi Canva terjadi di ChatGPT hingga Oktober 2025.
Lalu, Canva menjadi salah satu dari 10 domain yang paling sering dirujuk oleh ChatGPT. Perusahaan kini fokus pada optimasi agar Canva lebih sering muncul dalam hasil pencarian AI (LLM), serupa dengan strategi SEO pada mesin pencari Google.
Menuju Lantai Bursa (IPO)
Dengan valuasi terakhir mencapai USD42 miliar (sekitar Rp660 triliun), masa depan Canva di pasar modal kian santer terdengar.
Meski belum memberikan tanggal pasti, Obrecht mengonfirmasi bahwa rencana untuk melantai di bursa saham (IPO) kemungkinan besar dilakukan dalam beberapa tahun ke depan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






