Tanpa Podium Sejak 2025, Ducati Hadapi Ujian Berat di MotoGP Spanyol

Oleh: Harits Tryan
Sabtu, 18 April 2026 | 04:00 WIB
Juara dunia bertahan Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team. (Foto/instagram marcmarquez93)
Juara dunia bertahan Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team. (Foto/instagram marcmarquez93)

BeritaNasional.com - Dominasi Ducati Lenovo Team tengah diuji menjelang seri Eropa MotoGP 2026. Pabrikan asal Borgo Panigale itu mengalami paceklik kemenangan Grand Prix terpanjang sejak 2021, bahkan mencatat rentetan tanpa podium yang belum pernah terjadi sejak 2014.

Ducati kini membidik kebangkitan di Sirkuit Circuito de Jerez-Angel Nieto pada akhir pekan depan. Tim pabrikan yang diperkuat Marc Marquez dan Francesco Bagnaia itu belum mampu meraih podium pada balapan Minggu sejak Grand Prix Jepang 2025.

Secara keseluruhan, Ducati juga belum mencatatkan kemenangan dalam lima Grand Prix terakhir. Tren negatif tersebut tak lepas dari performa impresif Marco Bezzecchi bersama Aprilia Racing yang tengah mendominasi awal musim.

Bagi Marc Marquez, situasi ini menjadi catatan tersendiri. Juara dunia bertahan itu belum pernah melewati enam balapan tanpa kemenangan pada hari Minggu sejak periode 2020 hingga awal 2021. Meski demikian, Marquez masih menunjukkan kecepatan dengan meraih dua kemenangan sprint musim ini, masing-masing di Buriram dan Goiania.

Sementara itu, Ducati sebenarnya menikmati era kejayaan sejak 2021. Sejumlah pembalap seperti Francesco Bagnaia, Jorge Martin, hingga Marc Marquez sukses mempersembahkan gelar juara dunia bagi pabrikan tersebut hingga 2025. Namun kini, tekanan datang dari kebangkitan Aprilia yang tampil konsisten.

Harapan Ducati untuk bangkit di Jerez juga bertumpu pada pembalap lain. Fabio Di Giannantonio dinilai memiliki peluang besar setelah mencatatkan dua pole position beruntun dan menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen sementara.

Di sisi lain, Alex Marquez berambisi mengulang kesuksesannya di GP Spanyol musim lalu. Sementara sang kakak, Marc Marquez, berupaya bangkit setelah finis ke-12 pada edisi 2025, dengan kondisi fisik yang kini diklaim semakin membaik usai cedera.

Pertanyaan juga mengarah kepada performa Francesco Bagnaia yang sebelumnya mendominasi Jerez dengan kemenangan pada 2022, 2023, dan 2024. Selain itu, pembalap muda Fermin Aldeguer diharapkan mampu tampil lebih kompetitif setelah masa pemulihan cedera.

MotoGP 2026 kini memasuki fase krusial di Eropa dengan banyak tanda tanya. Ducati dituntut segera menemukan solusi untuk menghentikan tren negatif, sementara Aprilia berupaya mempertahankan momentum kemenangan.

Seri Grand Prix Spanyol MotoGP yang berlangsung pada 26-28 April diprediksi menjadi titik balik sekaligus penentu arah persaingan musim ini, sebelum berlanjut ke seri berikutnya di Le Mans.

Sumber: Motogp.comsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: