Pembukaan Selat Hormuz Masih Terbatas, Kapal Wajib Koordinasi dengan Iran

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 18 April 2026 | 15:31 WIB
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).

BeritaNasional.com - Selat Hormuz dilaporkan telah dibuka kembali untuk pelayaran kapal komersial, namun situasi di kawasan tersebut masih dinilai kompleks seiring dinamika geopolitik dan proses negosiasi yang terus berlangsung. Pembukaan jalur vital ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pelayaran, tetapi juga menjadi bagian dari strategi tekanan yang digunakan Iran dalam percaturan regional.

Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut berkaitan erat dengan kondisi gencatan senjata di Lebanon. Hingga kini, otoritas Iran masih membahas mekanisme operasional pembukaan selat, termasuk kemungkinan pemberian izin bagi kapal-kapal yang memiliki afiliasi dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melalui pernyataannya menyebutkan bahwa pembukaan Selat Hormuz akan berlaku selama masa gencatan senjata yang tersisa, sekitar empat hari ke depan. Ia juga menegaskan bahwa jalur tersebut akan tetap terbuka untuk kapal komersial dalam periode tersebut.

Sementara itu, sumber militer Iran menegaskan bahwa akses pelayaran dibatasi hanya untuk kapal sipil, dengan larangan bagi kapal militer untuk melintas. Iran juga mengatur skema pelayaran melalui rute terkoordinasi, di mana setiap kapal yang hendak melintas diwajibkan berkoordinasi terlebih dahulu dengan otoritas setempat.

Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menetapkan jalur pelayaran baru yang berada dekat dengan garis pantai Iran sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas di selat tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keamanan sekaligus memastikan kelancaran distribusi energi global di tengah situasi yang masih berkembang.

Sumber: Al-jazeerasinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: