PDIP Tegaskan Peran Bung Karno dalam KAA 1955 sebagai Warisan Dunia
BeritaNasional.com - Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menegaskan bahwa Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digelar 18-24 April 1955 di Bandung merupakan warisan paling gemilang dari Presiden Pertama Soekarno.
Penegasan itu disampaikan Basarah saat acara DPP PDI Perjuangan yang memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan menggelar seminar nasional di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
"Bung Karno sebagai pendiri bangsa, proklamator, penggali Pancasila, dan Bapak Bangsa Indonesia," kata Basarah dalam pidatonya.
Menurut Basarah, Bung Karno telah membuktikan bahwa bangsa Asia dan Afrika memiliki hak menentukan masa depannya sendiri tanpa intervensi kolonial dan imperialis.
Lewat pidato Bung Karno yang menggugah "Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru” yang bisa dimaknai dalam menjaga kemerdekaan dan perdamaian sebagai dua hal tak terpisahkan.
"Perdamaian adalah prasyarat bagi kemerdekaan, sebab tanpa perdamaian, kemerdekaan akan kehilangan makna dan nilainya," kata dia.
Terlebih, Basarah mengingatkan bahwa kolonialisme belum sepenuhnya berakhir, melainkan bertransformasi menjadi neo-kolonialisme dalam bentuk dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, dan tekanan geopolitik.
Hal itu tampak dari krisis global seperti konflik bersenjata, rivalitas AS-Tiongkok, perang Rusia-Ukraina, agresi militer AS-Israel terhadap Iran, penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga blokade AS terhadap Kuba.
Kondisi terkini itu, lanjut Basarah, telah diramalkan Bung Karno akibat dampak ketidakstabilan kapitalisme dan imperialisme sejak dekade 1920-an sebagaimana tertuang dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi (1964).
"Runtuhnya kolonialisme lama tidak berarti berakhirnya imperialisme. Imperialisme akan terus berganti wajah, berganti strategi, dan berganti instrumen," kata Basarah.
Adapun dalam acara ini akan dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan memberikan keynote speech mengangkat tema Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini.
Selain itu, turut hadir dalam acara ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta para narasumber seperti Prof Hikmahanto (Pakar Hubungan Internasional), Dr. Dina Sulaeman (Pakar Timur Tengah), Andi Widjayanto (Eks Gubernur Lemhanas), dan Heri Akhmadi (mantan Dubes Jepang).
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





