Megawati Dukung Penyelesaian Konflik AS-Iran dengan Jalan Damai dan Tanpa Agresi
BeritaNasional.com - Selain menyampaikan duka cita mendalam serta rasa hormat untuk mantan Imam Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang akan dimakamkan pada Kamis (9/7/2026) besok, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mendukung penyelesaian konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan jalan damai, serta penghormatan terhadap hukum internasional.
"Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak," kata Megawati dalam video ucapan belasungkawa pada Rabu (8/7/2026).
Menurut putri dari Presiden RI pertama Soekarno itu, wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia. Ia pun mengenang sosok Imam Besar Iran itu semasa hidupnya.
"Bagi saya pribadi, sosok Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno," ucap Mega.
Menurut Megawati, Ali Khamenei sejak muda telah mengenal dan mengagumi serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno. Tidak mengherankan jika Khamenei ikut merumuskan jalan bangsa Iran sebagai sebuah sintesis antara agama, kebangsaan dan keadilan sosial, yang juga mencita-citakan tata dunia yang bebas dari belenggu imperialisme dan kolonialisme.
Megawati yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) ini mengenang momen saat dirinya melakukan kunjungan resmi ke Teheran sebagai Presiden RI dan bertemu langsung Ali Khamenei. Ia melihat pancaran kharisma Khamenei yang begitu kuat serta keteduhan hatinya yang begitu dalam.
"Saya masih mengingat dengan jelas kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004, ketika saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau. Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam," tutur Mega.
"Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya," imbuhnya.
Mega pun terkenang bagaimana Ali Khamenei menilai Pancasila dan semangat Bandung sebagai salah satu referensi penting dalam merumuskan visi Iran yang merdeka dan bermartabat. Dan yang disampaikannya bukan pujian diplomatik semata, melainkan bukti bahwa ada kesamaan pengalaman antara RI dan Iran dalam melawan penjajahan dan intervensi asing.
"Bagi saya, ini bukanlah pujian diplomatik. Itu adalah pengakuan bahwa ada jembatan batin yang mendalam antara kedua bangsa. Sebuah jembatan yang dibangun dari pengalaman bersama melawan penjajahan, intervensi asing dan luka-luka sejarah, serta pengharapan akan dunia yang lebih adil dan bermartabat. Oleh karenanya, ketika hari ini kita melepas kepergian beliau, saya tidak hanya merasakan kehilangan seorang pemimpin Iran, akan tetapi juga seorang penjaga api perjuangan dunia ketiga," ungkapnya.
Di akhir video, Mega menyampaikan doa yang paling tulus untuk almarhum agar Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan jalan bagi Khamenei, menerima seluruh amal perjuangannya, dan mengampuni segala kekhilafannya.
"Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melalui masa-masa sulit ini, di tengah badai sejarah yang sedang bergelora," harap Mega.
"Selamat jalan Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei…. Kami melepas kepergian-Mu dengan doa, rasa hormat dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu," tutupnya.

OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu






