AS Klaim Serang Sejumlah Target Militer Iran, Teheran Tuding Italia Ikut Terlibat
BeritaNasional.com - Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran sebagai respons atas dugaan serangan drone terhadap kapal tanker yang melintas di dekat Selat Hormuz.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan kapal tanker berbendera Panama yang mengangkut lebih dari dua juta barel minyak mentah menjadi sasaran drone sekali pakai (one-way drone) yang diklaim diluncurkan Iran.
"CENTCOM melancarkan serangan sebagai respons langsung atas berlanjutnya agresi Iran terhadap pelayaran komersial," demikian pernyataan resmi militer AS, dikutip Minggu (28/6/2026).
Dalam operasi tersebut, pesawat tempur AS disebut menyasar berbagai fasilitas militer Iran, termasuk infrastruktur pengawasan, sistem komunikasi, pertahanan udara, gudang penyimpanan drone, hingga kemampuan penebar ranjau. Namun, CENTCOM tidak mengungkap lokasi pasti serangan tersebut.
Iran Tuduh Italia Ikut Berperan
Di sisi lain, ketegangan juga merambah ke ranah diplomatik. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuding Italia turut berkontribusi dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan itu muncul setelah Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengungkapkan bahwa ratusan pesawat militer AS menggunakan pangkalan di wilayah Italia selama konflik berlangsung.
Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan negaranya tidak ikut terlibat dalam perang melawan Iran.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto juga menyebut pemerintah hanya memberikan dukungan teknis dan logistik tanpa keterlibatan dalam operasi tempur.
Namun, Baghaei menolak penjelasan tersebut. Menurutnya, dukungan teknis dan logistik tetap merupakan bentuk kontribusi terhadap aksi militer yang dinilai melanggar hukum internasional.
Iran pun menilai pemerintah Italia berupaya menghindari tanggung jawab atas dugaan keterlibatannya dalam konflik tersebut.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







