Iran Makin Tegas, Siap Lindungi Kapal dan Kepentingan Nasional
BeritaNasional.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah peringatan keras dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, terkait ancaman terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran.
Melalui laporan Tasnim News Agency, Araghchi menyebut tekanan dan ancaman terhadap kapal serta pelabuhan Iran, disertai tuntutan yang dianggap tidak rasional dari Washington, menunjukkan kurangnya keseriusan pihak AS dalam menyelesaikan ketegangan yang ada.
“Iran akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasional,” ujar Araghchi seperti dikutip dari aljazeera, Senin (20/4/2026).
Di sisi lain, akademisi dari Universitas Teheran, Hassan Ahmadian, menilai situasi di lapangan semakin mengarah pada eskalasi terbuka.
Ia menyebut sejak awal pengumuman blokade oleh AS, Iran sudah bersikap tegas tidak akan tunduk pada pembatasan terhadap pengiriman barang mereka.
Menurutnya, kondisi saat ini sudah memasuki fase yang berbeda dibanding sebelumnya. “Pada malam ini, situasinya berubah,” ujarnya.
Ahmadian juga memperingatkan bahwa ketegangan bisa berkembang sangat cepat jika AS terus melakukan penyitaan atau penyerangan terhadap kapal Iran. Ia menegaskan Iran akan merespons dengan langkah serupa.
“Jika Amerika Serikat terus menyerang atau menyita kapal Iran, maka Iran tidak punya pilihan selain membalas dengan cara yang sama,” katanya.
Ia menilai kebijakan blokade tersebut sebagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai “perang” menurut hukum internasional, dan penyitaan kapal hanya memperdalam eskalasi konflik yang sudah terjadi.
Meski Iran disebut telah mengajukan sejumlah proposal untuk meredakan situasi, Ahmadian menilai pendekatan Washington justru mengarah pada tekanan untuk menyerah.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






