UNIFIL Diserang di Lebanon Selatan, PBB Desak Tindakan Tegas
BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengecam keras serangan yang menewaskan satu anggota pasukan penjaga perdamaian asal Prancis yang bertugas di misi UNIFIL di Lebanon, pada Sabtu (18/4/2026). Insiden tersebut juga melukai tiga personel lainnya.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, aksi penyerangan itu disebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan. Serangan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006) serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tulis pernyataan tersebut.
Guterres menegaskan kembali pentingnya semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, termasuk menjamin keselamatan personel PBB serta menghormati kebebasan bergerak UNIFIL di wilayah operasi.
Ia juga menekankan bahwa setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak boleh dibiarkan tanpa proses hukum.
“Semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus segera diselidiki, dan pihak yang bertanggung jawab harus dituntut secara efektif dan dimintai pertanggungjawaban,” tulisnya lagi.
Berdasarkan penilaian awal UNIFIL, serangan diduga dilakukan oleh kelompok nonnegara yang disebut terkait dengan Hizbullah saat pasukan melakukan penyelidikan di lokasi dugaan pemasangan alat peledak di wilayah Lebanon selatan.
Insiden ini menjadi kejadian ketiga dalam beberapa pekan terakhir yang menimbulkan korban jiwa di kalangan pasukan penjaga perdamaian. Peristiwa tersebut juga terjadi di tengah gencatan senjata 10 hari yang diumumkan pada 16 April.
PBB kembali menyerukan semua pihak untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata dan menghentikan aksi kekerasan di lapangan.
“Sekjen (PBB) menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, kerabat, dan kolega dari anggota pasukan penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada pemerintah dan rakyat Republik Prancis. Dia mendoakan agar para anggota pasukan penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya,” tandasnya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







