Kasus Ebola di Kongo Tembus 2.100, WHO Peringatkan Risiko Penyebaran yang Lebih Luas

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 Juli 2026 | 16:30 WIB
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto/Dok WHO)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto/Dok WHO)

BeritaNasional.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan alarm bahaya terkait situasi kesehatan di Republik Demokratik (RD) Kongo.

Wabah virus Ebola di negara tersebut dilaporkan telah menembus angka 2.100 kasus terkonfirmasi dan resmi menjadi epidemi dengan laju pertumbuhan tercepat yang pernah tercatat dalam sejarah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers yang digelar di Jenewa, mengungkapkan situasi di lapangan sangat pelik. 

Upaya tim medis untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak dan menekan laju penularan terbentur oleh berbagai tantangan besar di area konflik tersebut.

"Konflik bersenjata yang masih aktif, masalah ketidakamanan, serta adanya penolakan atau perlawanan dari sebagian kelompok masyarakat setempat menjadi penghambat utama akses ke daerah terdampak. Hal ini membatasi efektivitas operasi penanggulangan yang kami lakukan," ujar Tedros.

Lebih lanjut, pihak WHO memperingatkan kecepatan penularan virus saat ini masih berada di atas kemampuan tim penanggulangan di lapangan. 

Kondisi ini tetap terjadi meskipun tim medis sebenarnya telah membuat kemajuan yang sangat signifikan dalam hal sistem pengawasan, metode pengobatan, hingga riset penelitian terkait virus mematikan tersebut.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: